Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol Semarang-Demak seksi II di Kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2020). Menurut data Kementerian PUPR hingga 2 Agustus 2020, penyerapan belanja infrastruktur telah mencapai 44,15 persen atau senilai Rp33,9 triliun dari total pagu TA 2020 sebesar Rp75,6 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 456.487 orang pada program Padat Karya Tunai dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Aji
Premium

Resesi Ekonomi Membayangi, Seberapa Cepat Indonesia Bisa Pulih?

23 Oktober 2020 | 15:48 WIB
IMF memperkirakan ekonomi negara berkembang dengan mengeluarkan China rata-rata akan tumbuh minus 5,7 persen hingga akhir tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi telah menyeret ekonomi dunia ke jurang resesi. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi dunia tumbuh minus 4,4 persen.

Proyeksi terbaru ini dilansir IMF di blognya pada 14 Oktober 2020 lalu. Naik 0,8 persen dibandingkan proyeksi Juni 2020 lalu.

Lembaga multilateral di bawah Bank Dunia itu memperkirakan ekonomi negara berkembang dengan mengeluarkan China. Negara-negara kelompok menengah itu secara rata-rata diproyeksikan minus 5,7 persen tahun ini.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dalam laporan Navigating the Pandemic: A Multispeed Recovery in Asia, IMF mencatat pembatasan sosial berskala besar (PSB) yang dilakukan Indonesia, India, dan Filipina tidak sepenuhnya efektif mengendalikan pandemi. Penyebab utamanya keterbatasan kapasitas pemerintah, besarnya populasi penduduk, tingginya tingkat kemiskinan, dan sumbangan sektor informal yang besar terhadap perekonomian.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top