Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Avtur Pertamina Belum Pulih

Industri penerbangan mulai bergerak kembali, tetapi peningkatan konsumsi avtur masih terbatas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  21:22 WIB
Truk pengangkut avtur bersiap melakukan pengisian bahan bakar pada salah satu pesawat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah./Antara - Aditya Pradana Putra
Truk pengangkut avtur bersiap melakukan pengisian bahan bakar pada salah satu pesawat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah./Antara - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Mulai bergeraknya sektor industri penerbangan turut berpengaruh terhadap penjualan avtur PT Pertamina (Persero) meski belum berdampak signifikan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa secara nasional tren konsumsi avtur mulai meningkat walau belum secara signifikan.

Fajriyah mengatakan per Oktober 2020, stok avtur yang ada di Pertamina masih berada di level 70 hari.

"Oktober ini masih kurang dari 10 persen peningkatannya dibandingkan denganSeptember. Kalau dibandingkan dengan rata-rata normal sebelum pandemi masih jauh, lebih dari 60 persen drop-nya," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan bahwa angka realisasi tersebut merupakan konsumsi secara nasional.

Fajriyah mengutarakan di bandar udara tertentu masih terdapat penurunan konsumsi hingga 80 persen–90 persen dari konsumsi normal.

Sebagai contoh, konsumsi avtur di Bali belum seutuhnya pulih. Hal itu terlihat dari jumlah penerbangan yang baru mencapai 30–50 penerbangan per hari dibandingkan dengan pada masa normal 250 penerbangan.

Penurunan penjualan avtur paling besar di Bali terjadi pada Juni dengan konsumsi Avtur hanya 2.000 KL, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penjualan avtur pada tahun ini turun 96 persen atau 74.000 KL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina maskapai penerbangan avtur
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top