Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Airlangga Tegaskan Laju Ekonomi Sudah Terlihat

Hal ini tampak dari berbagai indikator seperti realisasi pertumbuhan investasi dan kinerja ekspor-impor yang membaik. Sementara itu, demand side yang belum kembali perlu didorong oleh perlindungan sosial.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  22:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perlambatan terdalam untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terjadi di kuartal II/2020, sehingga di kuartal III dan kuartal IV/2020 perekonomian domestik diyakini sudah memasuki tahap pemulihan.

Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal III/2020 akan tumbuh di kisaran -3 persen hingga 0 persen.

Meski masih terkontraksi, namun dia menyakini proyeksinya jauh lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 yang sebesar -5,3 persen.

“215 negara banyak yang mengalami resesi, bagaimana Indonesia ? Kita lihat Indonesia sudah masuk bottom-nya [dasar perlambatan] di kuartal II. Kenapa ? kita berharap di kuartal III lebih baik ya mungkin dari -3 sampai 0 persen,” ujar Airlangga dalam diskusi virtual "Peta Jalan Ekonomi" di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Airlangga mengatakan laju pemulihan perekonomian sudah terlihat, dengan berbagai indikator seperti realisasi pertumbuhan investasi yang sebesar 1,7 persen atau Rp616,6 triliun periode Januari-September 2020, dan juga kinerja ekspor-impor yang secara kumulatif tahun berjalan masih mencetak surplus. Di September 2020, neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus US$2,44 miliar.

Namun Airlangga mengakui terdapat kendala terkait tertahannya permintaan (demand) masyarakat, yang menyebabkan masih melambatnya konsumsi masyarakat. Padahal pengeluaran konsumsi domestik memegang peranan hingga 59 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Maka dari itu, ujar dia, pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran perlindungan sosial yang secara kumulatif sebesar Rp203,9 triliun pada 2020 dari total anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp695,2 triliun.

“Maka itu, demand side yang belum penuh kembali, perlu didorong perlindungan sosial,” ujar dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia airlangga hartarto pemulihan ekonomi

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top