Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Rontokkan 50 Juta Pekerja di Sektor Wisata

Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata global bisa memangkas 50 juta pekerja industri pariwisata. Asia terkena dampak yang paling buruk
Kurniawan
Kurniawan - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  07:19 WIB
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA

Bisnis.com, SOLO - Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir memangkas 50 juta pekerjaan pada sektor pariwisata dunia. Pekerja pariwisata Benua Asia yang paling banyak terdampak pandemi ketimbang benua-benua lainnya.

Direktur Wisata Alam Budaya dan Buatan Kemenparekraf, Alexander Reyaan, mengungkapkan hal tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Wisata Alam Budaya dan Buatan dengan Penerapan Protokol CHSE pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bimbingan teknis yang berlangsung di Swiss Belhotel Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (23/10/2020), itu diikuti 50 kaum milenial Soloraya dengan status pelajar dan mahasiswa.

Acara bimbingan teknis terkait sektor pariwisata pada masa pandemi dibuka Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti. Kegiatan itu berlangsung hingga Sabtu (24/10/2020)

Para peserta bimbingan diharapkan menjadi agen-agen yang akan membantu promosi wisata wilayah tempat tinggal masing-masing. Selama bimbingan mereka harus membuat profil dan promosi pariwisata untuk diunggah via media sosial.

Selanjutnya hasil karya mereka akan dinilai oleh narasumber untuk mendapat koreksi dan evaluasi.

“Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata global bisa memangkas 50 juta pekerjaan industri pariwisata. Asia terkena dampak yang paling buruk,” terang Alexander.

Dari sisi tren, Alexander mengatakan juga telah banyak mengalami perubahan. Wisatawan lebih memilih wisata dalam negeri sendiri, tak melakukan perjalanan luar negeri.

Dampak pandemi Covid-19 juga terasa pada kalangan pekerja pariwisata Tanah Air. Saat ini perkiraannya pekerja pariwisata tinggal 6,5 juta orang dari sebelumnya 13 jutaan.

Dana Hibah

“Sudah, sudah [terjadi]. Karena terasanya [Covid-19] Indonesia kan mulai Maret [2020]. Bahkan untuk tempat-tempat destinasi wisata yang wisatawannya dari Tiongkok sudah terasa sejak Januari-Februari,” sambungnya.

Untuk mendorong menggeliatnya kembali sektor pariwisata Tanah Air yang terdampak pandemi Covid-19, menurut Alexander, Kemenparekraf akan menggelontorkan dana hibah kepada pemerintah kabupaten/kota. Anggarannya sekitar Rp3,3 triliun.

“Unit-unit usaha pariwisata harus bangkit. Maka Kemenparekraf akan menggelontorkan dana hibah kepada pemerintah daerah dan usaha industri. Ini sedang tahap akhir mendistribusikan,” urainya.

Alexander menerangkan industri pariwisata beberapa daerah belum bergerak normal kembali kendati sudah buka kembali sejak Juni-Juli 2020.

Dia mencontohkan pariwisata Bali yang merupakan magnet bagi wisatawan mancanegara.

“Orang Bali itu kulturnya jadi tuan rumah yang baik, bukan wisatawan. Ini kami sedang luncurkan program Bali Bangkit agar terdengar masyarakat atau wisatawan dunia,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf Covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top