Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-siap! Perkembangan Teknologi Bakal Cetak 97 Juta Pekerjaan Baru

Akselerasi teknologi dan krisis akibat Covid-19 akan memperlebar jurang kesenjangan pekerja, dengan pekerja rendah, anak muda, perempuan, dan tenaga kerja dengan skill terbatas akan terdampak signifikan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  10:43 WIB
Robot Baxter memilih sebuah kubus, berisi lembaran dengan nama tim, ketika mencoba memprediksi hasil pertandingan semifinal Piala Dunia antara Prancis dan Belgia selama acara di paviliun Pameran Prestasi Ekonomi Nasional (VDNKh) di Moskow, Rusia, Selasa (10/7/2018) - REUTERS / Gleb Garanich
Robot Baxter memilih sebuah kubus, berisi lembaran dengan nama tim, ketika mencoba memprediksi hasil pertandingan semifinal Piala Dunia antara Prancis dan Belgia selama acara di paviliun Pameran Prestasi Ekonomi Nasional (VDNKh) di Moskow, Rusia, Selasa (10/7/2018) - REUTERS / Gleb Garanich

Bisnis.com, JAKARTA – World Economic Forum (WEF) memproyeksikan ada 97 juta pekerjaan baru yang akan tercipta di pasar kerja seiring dengan perkembangan komputasi awan, big data, dan e-commerce.

Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) yang berjudul ‘Future of Jobs Report 2020’, dari 97 juta pekerjaan baru tersebut, sekitar 40 persen diantaranya masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dalam jangka 6 bulan atau kurang.

“Covid-19 telah mengakselerasi masa depan pekerjaan. Akan ada skenario ganda yang bakal menganggu para pekerja di masa yang sulit ini. Jalan keluarnya adalah solusi manajemen yang proaktif,” kata Managing Director WEF Saadia Zahidi, dilansir dari Aljazeera, Rabu (20/10/2020).

Namun, perubahan di pasar kerja diperkirakan tidak akan memberikan manfaat bagi semua pekerja. Akselerasi teknologi dan krisis akibat Covid-19 akan memperlebar jurang kesenjangan pekerja, dengan pekerja rendah, anak muda, perempuan, dan tenaga kerja dengan skill terbatas akan terdampak signifikan.

Survei yang dilaksanakan oleh WEF ini didasarkan atas proyeksi para pemimpin bisnis dari 300 perusahaan dunia yang telah mempekerjakan sekitar 8 juta tenaga kerja.

Dalam survei tersebut, 43 persen pebisnis mengindikasikan bahwa mereka akanmengurangi tenaga kerjanya akibat integrasi teknologi. Tetapi, hanya 1 dari 5 pebisnis global yang memiliki kemampuan memanfaatkan investasinya untuk melakukan peningkatan kapasitas bagi pekerjanya.

Pandangan mengenai kapasitas pekerja juga mengalami perubahan di tingkat manajemen perusahaan. Sekitar 94 persen pebisnis mengharapkan para pekerjanya memiliki kemampuan baru pada pekerjaan, atau naik dari 65 persen pada 2018.

Masih berdasarkan laporan yang sama, otomatisasi dan divisi baru yang membagi tugas antara manusia dengan robot akan menggantikan 85 juta jenis pekerjaan dalam lima tahun ke depan.

Pandemi Covid-19 yang diikuti dengan krisis hanya akan mempercepat proses digitalisasi dan menghantam seluruh sektor ekonomi lebih parah dibandingkan krisis finansial 2008.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi pengangguran WEF Davos Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top