Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UU Cipta Kerja, PIKKO : Apa Benar Investor Mau Datang?

Industri komponen otomotif menilai pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja belum akan meningkatkan serapan tenaga kerja dalam waktu dekat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  18:45 WIB
Industri logam di Jawa Tengah.  - ANTARA
Industri logam di Jawa Tengah. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Industri komponen otomotif menilai pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja belum akan meningkatkan serapan tenaga kerja dalam waktu dekat.

Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) menyatakan pabrikan masih urung untuk menigkatkan tenaga kerja hingga akhir tahun. Pasalnya, permintaan komponen otomotif yang rendah masih menahan rata-rata utilisasi pabrikan di kisaran 60 persen.

"Sekarang belum capai 80 persen, kami belum berani tambah lagi. Jadi, posisinya tetap kondisi [arus kas] yang benar-benar press," kata Ketua Dewan Pengawas PIKKO Wan Fauzi kepada Bisnis, Senin (19/10/2020).

Seperti diketahui, pelaku IKM komponen otomotif telah mengurangi tenaga kerja sekitar 30-40 persen per pabrikan. Adapun, rata-rata pengurangan tenaga kerja selama 3 bulan terakhir adalah 20 persen dari total tenaga kerja di IKM komponen otomotif.

Walakin, presentase tersebut hanya menghitung pegawai tetap. Jika memasukkan tenaga kerja kontrak, presentase pengurangan tenaga kerja bisa menembus level 50 persen.

Fauzi menyatakan pihaknya belum dapat meramalkan nilai investasi di industri komponen otomotif pada 2021. Pasalnya, ujar Fauzi, pelaku industri belum dapat menguji UU Cipta Kerja karena belum mendapatkan berkas resminya.

Fauzi berpendapat ketidakpastian tersebut juga berkontribusi kenapa pabrikan komponen otomotif masih urung menyerap tenaga kerja lagi. "Apa benar investor mau datang? Kepastian itu [yang] kami belum tahu."

Sebelumnya, Fauzi menyatakan utilisasi pabrikan anjlok ke bawah 10 persen per Mei 2020 lantaran tidak ada permintaan sama sekali di pasar. Adapun, utilisasi pabrikan IKM komponen otomotif kini sudah membaik ke level 50 persen.

Fauzi menyatakan IKM komponen otomotif masih terseok akibat terkurasnya modal kerja pabrikan sekitar 3 bulan oleh gaji karyawan, dan beban produksi lainnya, sedangkan mesin pabrikan masih belum menyala.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Omnibus Law cipta kerja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top