Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas! Kemasan Makanan Beku Disebut China Bisa Tularkan Covid-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China pada Sabtu (17/10/2020) mengatakan orang-orang dapat terinfeksi jika melakukan kontak dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi virus corona yang masih hidup.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  16:58 WIB
Suasana Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada sore hari 19 Juli 2019.  - ANTARA
Suasana Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada sore hari 19 Juli 2019. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China pada Sabtu (17/10/2020) mengatakan orang-orang dapat terinfeksi jika melakukan kontak dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi virus corona yang masih hidup.

Kesimpulan itu didapat setelah CDC China mendeteksi dan mengisolasi virus corona hidup di luar kemasan makanan beku selama upaya pelacakan virus pada wabah yang dilaporkan muncul pekan lalu di Kota Qingdao, kata CDC di situsnya.

Temuan itu, yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui makanan beku, kata CDC seperti lansir Antara yang dikutip dari Reuters.

Dua pegawai dermaga di Kota Qingdao, yang sebelumnya didiagnosis sebagai orang tanpa gejala (OTG) pada September, membawa virus itu ke rumah sakit selama karantina akibat disinfeksi dan perlindungan yang tidak memadai.

Kejadian itu menyebabkan 12 kasus infeksi lainnya terkait dengan rumah sakit tersebut, menurut otoritas pekan lalu.

Namun, pernyataan terkini CDC tidak menunjukkan bukti kuat bahwa kedua pegawai di Qingdao itu tertular virus dari kemasan secara langsung. Mereka bisa jadi terinfeksi virus dari tempat lain dan kemudian mengontaminasi kemasan makanan yang mereka tangani, kata Profesor Virologi di Universitas Hong Kong, Jin Dong-Yan.

CDC belum menemukan kasus soal konsumen terinfeksi virus tersebut dengan memegang makanan beku. Lembaga itu juga mengatakan kemungkinan kejadian seperti itu masih sangat kecil.

Meskipun demikian, pihaknya mengimbau agar para pekerja yang menangani, memproses, dan menjual produk makanan beku menghindari kontak langsung kulit anggota tubuh mereka dengan produk-produk, yang bisa saja terkontaminasi.

Pekerja tidak boleh menyentuh mulut atau hidung mereka sebelum melepaskan seragam kerja, yang kemungkinan terkontaminasi karena mereka tidak mencuci tangan, dan sebaiknya menjalani tes secara teratur, kata CDC.

Sebelum temuan terbaru CDC muncul, jejak genetik virus ditemukan di sejumlah sampel yang diambil dari makanan beku atau kemasan makanan, namun jumlah virusnya kecil dan tidak ada virus hidup yang terisolasi, katanya.

Menurut Jin, hanya virus hidup yang mampu menginfeksi orang, sementara sampel yang berisi virus mati juga dapat terbukti positif memiliki jejak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Makanan Beku Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top