Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Rumah di Singapura Tertinggi dalam 2 Tahun

Dalam proses pemulihan ekonomi setelah dihantam resesi akibat pandemi Covid-19, penjualan perumahan di Singapura melonjak menjadi yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  16:27 WIB
Perumahan dan properti komersial di Singapura./Bloomberg - Ore Huiying
Perumahan dan properti komersial di Singapura./Bloomberg - Ore Huiying

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan rumah di Singapura naik ke level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun pada September 2020.

Pencapaian tersebut didukung oleh suku bunga yang rendah serta stimulus pemerintah yang melindungi tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Menurut data Urban Redevelopment Authority yang dirilis pada Kamis (15/10/2020), penjualan unit melonjak 5,6 persen menjadi 1.329 sepanjang bulan lalu, tertinggi sejak Juli 2018.

Data tersebut menunjukkan pasar properti Singapura tengah berjuang menghadapi resesi terburuk di negara kota itu setelah lockdown selama 2 bulan untuk memerangi virus corona.

Untuk meredam kejatuhan ekonomi, pemerintah negeri jiran tersebut mengeluarkan stimulus senilai lebih dari S$100 miliar (Rp1,08 triliun).

Nilai properti juga naik 0,8 persen pada kuartal III/2020, menurut perkiraan awal. Data yang lebih kuat dari perkiraan tersebut mendorong analis untuk merevisi perkiraan. Mereka sekarang memprediksi harga naik 1,5 persen tahun ini, setelah sebelumnya memperkirakan penurunan hingga 6 persen.

Kepala penelitian dan konsultasi OrangeTee & Tie Christine Sun mengatakan kenaikan penjualan disebabkan oleh permintaan yang kuat dari pembeli lokal, terutama orang kaya yang mencari aset.

"Mereka mungkin merasa sekarang merupakan waktu yang tepat untuk memasuki pasar, karena harga properti kemungkinan naik setelah pandemi dan ekonomi Singapura sedang dalam pemulihan bertahap," ucapnya.

"Stok perumahan di banyak peluncuran unit tengah menipis, sehingga mungkin memicu urgensi calon pembeli untuk mengeksekusi pembelian sekarang," lanjut Christine.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan singapura
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top