Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengadaan Dikebut, Bagaimana Kabar Vaksin Covid-19 Terkini?

Holding BUMN Farmasi terus mempercepat penanganan Covid-19 baik melalui pengadaan vaksin atau obat. Lalu, bagaimana kabar terkini?
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  17:13 WIB
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Holding BUMN Farmasi terus mempercepat penanganan Covid-19 baik melalui pengadaan vaksin atau obat. Lalu, bagaimana kabar terkini?

Hingga saat ini memang belum ada progres yang berarti karena keseluruhan upaya masih dalam proses yang sudah dijadwalkan dan dirilis ke publik selama ini. Paling baru, ternyata PT Indofarma Tbk. juga tak ketinggalan untuk mengambil bagian dalam pengadaan vaksin.

Jika Bio Farma memilih China, Sinovac dan Kimia Farma memilih Uni Emirat Arab (UEA), G42 Healthcare, Indofarma ternyata diam-diam mengincar produsen vaksin dari Paman Sam, Novavax dengan produknya vaksin NVX-CoV 2373.

Sayangnya, Corporate Secretary Indofarma Arie Genipa belum memaparkan lebih jauh terkait target-target dari kerjasama dengan Novavax tersebut. Prinsipnya semua proses akan berjalan sesuai arahan Holding BUMN Farmasi dan Kementerian BUMN.

“Kami sudah mencoba lakukan kerjasama untuk vaksin, selanjutnya kami akan lihat saja sesuai dengan arahan holding farmasi dan Kementerian BUMN,” katanya dalam Ngopi BUMN, Kamis (15/10/2020).

Adapun sekilas tentang vaksin NVX-CoV2373 dari perusahaan bioteknologi, Novavax ternyata sejauh ini masih memiliki perkembangan yang sama dengan vaksin milik Sinovac atau G42 Healthcare yakni memasuki uji coba tahap III.

Uji coba tahap III vaksin Novavax tersebut dilakukan di Inggris bekerjasama dengan pemerintah dan satgas vaksin setempat. Vaksin NVX-CoV2373 ini adalah protein prefusi yang stabil yang dibuat menggunakan teknologi nanopartikel protein rekombinan Novavax yang mencakup bahan pembantu MatrixM ™ milik Novavax.

Mengutip siaran pers yang dirilis akhir bulan lalu, Vaksin ini akan memiliki kelebihan yang memungkinkan penyimpanan dalam formulasi cair sehingga tidak perli dibekukan dan dapat disimpan pada suhu 2°C hingga 8°C. Artinya, vaksin dapat didistribusikan menggunakan saluran yang standar.

Novavax pun akan terus meningkatkan kapasitas produksinya. Produksi vaksin perseroan diproyeksi akan mencapai 2 miliar dosis tahunan, setelah semua kapasitas tersedia secara daring pada pertengahan 2021.

Adapun dalam pengembangan vaksin ini perseroan telah mendapat pendanaan dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sebesar US$388 juta dan dari dana global sebesar US$2 miliar.

Di luar kabar baru tersebut, upaya pengadaan vaksin yang digadang akan menjadi motor pemulihan krisis pandemi masih harus menunggu progresnya setidaknya pada awal tahun depan.

PT Bio Farma (Persero) memastikan produksi vaksin dalam rencana jangka pendek yakni untuk percepatan penanganan Covid-19 hasil kerjasama dengan Sinovac hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari usai izin diterima.

Project Integration Manager R&D PT Bio Farma (Persero) Neni Nurainy mengatakan melihat perkembangan uji klinis tahap III Vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat yang berjalan baik perseroan meramal progres penyelesaian akan lebih cepat.

Untuk itu, perseroan menargetkan akan selesai pada Januari 2021 dan diupayakan lebih cepat.

"Sampai minggu lalu sudah tersuntik sekitar 1.565 subjek. Suntikan kedua 843 subjek dari 1.620 subjek. Melihat dinamikanya kami harap lebih cepat untuk selanjutnya dapat diproduksi pada akhir Januari dan membutuhkan waktu sekitar 20 hari usai menerima izinnya," katanya.

Neny mengemukakan sementara vaksin yang ditargetkan pemerintah untuk disuntikan pada November merupakan vaksin darurat yang akan diutamakan pemberiannya pada tenaga kesehatan serta TNI/Polri. Hal itu, dia pastikan, di luar kerjasama produksi Bio Farma dan Sinovac.

Menurut Neny, program vaksin Sinovac pada November dan Desember adalah murni program pemerintah yang akan didapat dengan impor produk jadi. Dalam program itu ada tiga kandidat vaksin yang akan disuntikan pada akhir tahun yakni dari Sinovac, Sinopharm dan CanSino yang mendapat Emergency Use Authorization (EUA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top