Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Indonesia Yakin Ekonomi Segera Terakselerasi, Ini Sejumlah Alasannya

Ekspansi belanja pemerintah, geliat sektor korporasi, dan minat pembiayaan perbankan yang membaik diyakini menjadi penggerak ekonomi nasional.
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  18:19 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melihat sinyal pemulihan ekonomi akan kian kuat pada beberapa bulan terakhir tahun ini seiring dengan ekspansi belanja pemerintah, geliat sektor korporasi, dan minat pembiayaan perbankan yang membaik.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengatakan bank sentral meyakini penyerapan anggaran dan belajar negara akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menyebutkan ekspansi belanja pemerintah akan tinggi setidaknya dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami akan review tiap bulan, transaksi pemerintah akan tinggi, jadi kami siap support,” kata Doni dalam diskusi digital dengan media, sore ini, Rabu (14/10/2020).

Sementara itu, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung mengatakan ada sejumlah indikator perekonomian yang membaik selama kuartal III/2020. 

Dia menyebutkan keinginan pemberian kredit bank meningkat dan permintaan korporasi juga mulai bergerak. Hal ini tak lepas dari sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah dan BI sebagai otoritas moneter.

“Mudah-mudahan indikasi supply dan demand ini terakselerasi dalam beberapa bulan ke depan,” kata Juda.

Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati menjelaskan sinyal ekonomi yang mulai membaik terlihat dari hasil survei yang dilakukan bank sentral.

Survei tersebut dilakukan pada September 2020 terhadap lebih dari 300 responden korporasi dan 4.600 rumah tangga.

“Untuk kebutuhan pembiayaan 3 bulan ke depan, hampir semua positif ada optimisme, ada upaya meningkatkan kapasitas produksi masing-masing sektor,” ungkapnya.

Yati menjelaskan sektor usaha pertambangan, konstruksi dan industri pengolahan, jasa keuangan, pendidikan, sektor gas, listrik, dan air, juga memperlihatkan permintaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top