Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Buka Penerbangan ke Arab Saudi, Ini Syaratnya

Sejumlah pengamat penerbangan membeberkan sejumlah poin yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia sebelum membuka akses penerbangan ke Arab Saudi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  18:27 WIB
Calon jamaah haji menaiki pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/9). Sebanyak 455 jamaah calon haji asal Kota Makassar yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Hasanuddin Makassar diterbangkan menuju Jeddah, Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji.  - ANTARA
Calon jamaah haji menaiki pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/9). Sebanyak 455 jamaah calon haji asal Kota Makassar yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Hasanuddin Makassar diterbangkan menuju Jeddah, Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pemerintah Indonesia membuka jalur hijau resiprokal bersama dengan Singapura juga mulai diikuti dengan negara lainnya seperti Arab Saudi, sehingga bisa menjadi sinyal positif berjalannya penerbangan lintas negara-negara mitra kendati masih sebatas kesepakatan.

Pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan terkait dengan pembukaan jalur khusus ini, Kementerian Luar Negeri masih menyusun detail aturan dan kriterianya kembali karena saat ini baru menjadi kesepakatan umum. Prioritas utamanya juga bukanlah sembarang bisnis, tetapi bisnis penting dan kunjungan resmi pejabat.

Tak hanya itu, kata Alvin, termasuk juga prosedur protokol kesehatan yang mesti dijalankan. Selain Singapura dan Arab Saudi, Jepang juga sebetulnya juga mulai mengikuti pola tersebut, tetapi Indonesia tidak masuk dalam daftarnya.

“Pada prinsipnya semua negara ingin membuka kembali gerbang negaranya untuk warga negara sahabat, tetapi harus berhati-hati agar tidak menjadi celah meluasnya penularan Covid-19. Ini sebagai langkah positif ada niat negara untuk memulai buka perbatasannya secara bertahap,” jelasnya, Senin (12/10/2020).

Alvin berharap kesepakatan ini dapat terealisasi, sehingga Indonesia juga bisa secara perlahan dan bertahap membuka gerbang perbatasannya. Selanjutnya pemerintah pun perlu merevisi Permenkumham No. 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Sementara itu, pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soedjatman mengatakan pembukaan rute penrbangan ke Arab Saudi menjadi menarik karena mayoritas pasarnya adalah wisata rohani. Destinasi utamanya adalah Mekkah dan Medinah sebagai titik berkumpulnya masyarakat dari seluruh dunia. Di sisi lain, dia juga menilai memang adanya kebutuhan kegiatan yang menghubungkan antara Indonesia dan Singapura.

“Dari segi airport health procedures sih saya rasa kita siap-siap saja untuk keberangkatan, tetapi faktor yang harus dipertimbangkan tidak hanya itu saja,” ujarnya.

Menurutnya dalam tahap pelaksanaan pembukaan wilayah memerlukan adanya langkah pengukuran kesehatan yang tepat dari sisi keberangkatan dan kedatangan. Semestinya prosedur dan persyaratannya pasti akan jauh berbeda dengan syarat keberangkatan yang selama ini diterapkan bagi rute domestik di Indonesia.

Kedepannya, Gerry mengharapkan adanya penyelarasan standar kebutuhan masing-masing negara.

Dia berpendapat sebagai negara yang tidak melakukan lockdown, jumlah kasus per juta penduduk di Indonesia memang tidak terlalu bagus tetapi juga tidak terlampau buruk.

Namun, memang pembukaan harus dilakukan secara bertahap, mengingat Indonesia dan Singapura sama-sama menutup perbatasan bagi WNA. Pelonggaran bertahap diperlukan, khususnya bagi keperluan bisnis dan perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top