Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbangan Orang Minim, Kargo Internasional Bandara AP 1 Anjlok

Bandara Internasional Juanda Surabaya menjadi bandara yang terdampak penurunan cukup besar pada periode 1 Januari - 30 September 2020 hanya melayani 12.279 ton
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  14:16 WIB
Calon penumpang mencetak tiket di samping layar informasi penerbangan di terminal keberangkatan domestik 1B Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019). Bandara tersebut ditutup sementara akibat rusaknya landasan pacu. - ANTARA/Zabur Karuru
Calon penumpang mencetak tiket di samping layar informasi penerbangan di terminal keberangkatan domestik 1B Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019). Bandara tersebut ditutup sementara akibat rusaknya landasan pacu. - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mencatat kinerja pengiriman kargo internasional turut terdampak minimnya aktivitas angkutan udara penumpang internasional yang memasuki Indonesia.

Selama pandemi, AP I mencatat adanya penurunan aktivitas kargo terjadi hingga 65 persen.

Vice President Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan menuturkan kondisi pandemi dan adanya aturan larangan sementara orang asing masuk ke Indonesia melalui Permenkumham No.11/2020 turut memengaruhi arus lalu lintas kargo internasional di bandara yang dikelolanya.

"Sepanjang 1 April - 30 September 2020 kami telah melayani kargo internasional hingga 14.217 ton atau turun 65 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya [2019] dimana kami melayani sebanyak 40.762 ton melalui 13 bandara internasional yang kami kelola," jelasnya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Pada umumnya, aktivitas kargo internasional sangat mengandalkan aktivitas penerbangan penumpang internasional. Biasanya, maskapai mengangkut penumpang di badan pesawat dan kargo di lambung pesawat.

Ketika aktivitas penumpang internasional terhenti, otomatis ruang kargo yang dimanfaatkan pun turut hilang. Walhasil, para pengirim barang maupun agen kargo hanya dapat memanfaatkan pesawat freighter atau angkutan sewa khusus kargo.

Adapun 13 bandara yang melayani kargo internasional di bandara AP I antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara El Tari Kupang, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Internasional Yogyakarta Kulonprogo.

Dia bercerita secara total sejak awal tahun atau pada 1 Januari - 30 September 2020, pihaknya telah melayani kargo hingga 33.411 ton atau mengalami penurunan hingga 47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang melayani hingga 62.542 ton di 13 bandara internasional tersebut. 

Handy menuturkan Bandara Internasional Juanda Surabaya menjadi bandara yang terdampak penurunan cukup besar pada periode 1 Januari - 30 September 2020 hanya melayani 12.279 ton atau turun hingga 49 persen dibandingkan pada periode yang sama pada 2019 yang melayani 24.444 ton.

Selain itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi yang terdampak penurunan trafik kargo internasional terbesar kedua pada periode 1 Januari - 30 September 2020 dengan melayani 11.901 ton atau turun hingga 47 persen jika dibandingkan pada periode yang sama pada 2019 yang melayani 22.747 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i pesawat kargo
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top