Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasaki Dapat Order Pertama Sistem Penggerak Kapal Listrik Baterai

Kawasaki menyatakan telah mendapatkan pesanan pertama untuk sistem penggerak listrik baterai untuk kapal besar. Penyediaan armada rendah emisi menjadi kebutuhan untuk memenuhi peraturan emisi yang semakin ketat dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  07:55 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. Industri pelayaran maritim menghadapi peraturan emisi yang semakin ketat dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang karbon dioksida (CO2), senyawa nitrogen, dan gas lainnya.  - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. Industri pelayaran maritim menghadapi peraturan emisi yang semakin ketat dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang karbon dioksida (CO2), senyawa nitrogen, dan gas lainnya. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kawasaki menyatakan telah mendapatkan pesanan pertama untuk sistem penggerak listrik baterai untuk kapal besar. Penyediaan armada rendah emisi menjadi kebutuhan untuk memenuhi peraturan emisi yang semakin ketat dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Sistem penggerak listrik baterai akan digunakan oleh kapal tanker niremisi yang dirancang oleh e5 Lab Inc. Kapal ini akan digunakan dalam operasi pengisian bahan bakar kapal di Teluk Tokyo. Kapal akan dibangun oleh Koa Sangyo Co., Ltd. dan Imura Shipyard Co., Ltd.

Dalam keterangan pers, Kamis (8/10/2020), setiap sistem propulsi baterai Kawasaki mencakup baterai laut lithium ion (Li-ion) berkapasitas besar, sistem kontrol propulsi, dan sistem manajemen daya listrik.

Kawasaki memanfaatkan keahliannya di bidang integrasi untuk mewujudkan sistem yang secara efisien memasok daya dan listrik ke sistem propulsi utama dan peralatan tambahan, serta pemantauan ketidakteraturan dan fungsi pelindung bagi seluruh sistem termasuk baterai Li-ion.

Selain itu, Kawasaki memanfaatkan pengetahuan sistem tenaga listrik melalui pengalaman di bidang generator untuk menjadikan sistem ini dapat digunakan sebagai sumber catu daya darurat jika terjadi bencana alam berskala besar, sehingga memberikan dukungan untuk rencana keberlangsungan bisnis dan rencana kelangsungan hidup di wilayah tersebut.

Pengembangan sistem penggerak listrik baterai untuk kapal besar dilakukan mengingat industri pelayaran maritim menghadapi peraturan emisi yang semakin ketat dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang karbon dioksida (CO2), senyawa nitrogen, dan gas lainnya.

Banyak yang mencari sumber tenaga alternatif yang lebih bersih untuk menggantikan minyak bahan bakar berat tradisional. Adapun kapal bertenaga baterai sepenuhnya dipastikan mengurangi secara signifikan emisi CO2, nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx) dan materi partikulat (PM) selama operasi.

Sebagai produsen peralatan kelautan dan integrator sistem, Kawasaki berencana untuk terus memfokuskan upayanya pada penyediaan sistem dalam satu paket yang dioptimalkan untuk operasi pengguna.

Spesifikasi

Sistem penggerak baterai berkapasitas besar Kawasaki menggunakan baterai: 1.740 kWh per set (total 3.480 kWh per kapal).

Selain itu sistem kontrol propulsi meliputi kontrol daya pendorong, energi dan kontrol aliran daya, operasi manuver, dan pemantauan sistem.

Sistem propulsi utama mencakup dua unit 300 kW Kawasaki Rexpeller KST-115LF / AN-1.7 yang memiliki kecepatan variabel, dan kontrol yang digerakkan motor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal galangan kapal
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top