Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AirAsia Kemungkinan Angkat Kaki dari India. Gara-Gara Apa Ya?

Sebelumnya, sebuah surat kabar di Jepang juga melaporkan AirAsia akan menutup usahanya di Jepang seiring dengan pandemi virus corona yang menghantam sektor penerbangan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  13:44 WIB
AirAsia - Bloomberg
AirAsia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai penerbangan AirAsia Group Bhd kemungkinan akan menutup operasinya di India menyusul pernyataan Menteri Penerbangan India.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (5/10/2020), dalam sebuah wawancari di televisi lokal, Menteri Penerbangan Indai Hardeep Singh Puri mengatakan AirAsia akan berhenti beroperasi di India karena beragam masalah yang dihadapi perusahaan.

“AirAsia akan tutup, induk perusahaannya memiliki beberapa masalah,” katanya.

Sementara itu, konglomerasi Tata Group yang memegang hak operasional AirAsia di India menolak berkomentar. Adapun juru bicara kementerian penerbangan kemudian mengatakan pernyataan tersebut telah dipelintir oleh media.

Sebelumnya, sebuah surat kabar di Jepang juga melaporkan AirAsia akan menutup usahanya di Jepang seiring dengan pandemi virus corona yang menghantam sektor penerbangan. CEO AirAsia Tony Fernandes menyatakan, kemungkinan pihaknya untuk menutup operasi di Jepang sangat terbuka.

Adapun AirAsia India resmi beroperasi pada 2014 lalu dengan target mencapai titik impas (breakeven) dalam empat bulan. Namun, tingginya pajak bahan bakar dan persaingan tarif membuat impian itu tak kunjung tercapai. Saat ini, AirAsia India memegang market share sebanyak 6,8 persen dengan lebih dari 3.000 tenaga kerja.

Laporan dari The Times of India menyatakan, Tata Sons tengah mengkaji usaha bersama dengan AirAsia dan berencana untuk membeli 49 persen kepemilikan AirAsia India yang dimiliki oleh AirAsia Group. AirAsia menyatakan pihaknya sudah tidak ingin menyuntikkan dana pada operasinya di India dan lebih memilih untuk mencari pembiayaan melalui utang.

Adapun saat ini, AirAsia berencana untuk menghimpun dana sebesar US$600 juta atau 2,5 miliar ringgit untuk menutupi kerugian akibat pandemi global. Perusahaan yang berpusat di Subang, Malaysia, itu mencatatkan kerugian terbesar dalam satu kuartal pada Agustus lalu.

Sementara, di India, AirAsia juga ditimpa sejumlah masalah, salah satunya adalah dihukumnya dua pejabat senior maskapai tersebut karena dinilai mengabaikan protokol kesehatan di pesawat. Pemerintah India juga tengah menginvestigasi Fernandes dan sejumlah pejabat terkait lainnya karena diduga menyuap pejabat lokal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air asia india
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top