Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Properti Diprediksi Tertekan hingga Awal Tahun Depan

Stimulus yang digelontorkan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional seperti KPR maupun bunga yang lebih rendah belum mampu berdampak signifikan pada sektor properti hunian.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  14:16 WIB
Ilustrasi rumah mewah - Vancouver/realestates.com
Ilustrasi rumah mewah - Vancouver/realestates.com

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan properti hunian diperkirakan terus tertekan hingga akhir tahun bahkan hingga awal tahun depan.

Director Leads Property Darsono Tan mengatakan bahwa saat ini para pengembang masih berharap penjualan sampai awal Desember. Kendati demikian, menurutnya, tidak akan ada kenaikan penjualan.

"Di Desember dan Januari penjualan mostly akan turun," ujarnya kepada Bisnis, Senin (5/10/2020).

Dia menuturkan bahwa stimulus yang digelontorkan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional seperti KPR maupun bunga yang lebih rendah belum mampu berdampak signifikan pada sektor properti hunian. Para pengembang masih mengandalkan peluncuran produk baru seperti Tenjo City Podomoro dan produk Summarecon Bogor.

"Daerah lain yang cukup laku masih daerah serpong seperti produk Eleevee dari Alam Sutera, ada juga Summarecon Serpong dan BSD," tutur Darsono.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Kawasan DPP REI Hari Ganie menuturkan bahwa saat ini peminat properti hunian sebesar 70 persen berada empat wilayah yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Sementara itu, sebesar 20 persen berada di kota-kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas pertumbuhan ekonomi nasional, seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, Makassar, dan Balikpapan.

"Lalu 10 persen sisanya terkonsentrasi di kota-kota yang sumber daya alamnya relatif kuat seperti Palembang, Pontianak, dan Cirebon," ucapnya.

Dia menuturkan bahwa sektor properti mengalami tekanan yang cukup besar. Meskipun telah ada stimulus properti yang diberikan oleh pemerintah, tetapi belum berdampak besar untuk menggerakan sektor properti.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top