Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bagaimana Kelanjutan Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang?

PT Rekayasa Industri (Rekind) menyatakan bahwa proyek tersebut tidak masuk secara nilai keekonomian.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 September 2020  |  19:36 WIB
Ilustrasi: Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Ilustrasi: Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA — Kelanjutan salah satu proyek strategis nasional yaitu pipa Cirebon—Semarang hingga kini masih terombang-ambing sejak 2006 pada saat pemenang lelang ditentukan.

Proyek tersebut menjadi tertunda setelah beberapa waktu lalu pemenang lelang proyek itu, PT Rekayasa Industri (Rekind) menyatakan bahwa proyek tersebut tidak masuk secara nilai keekonomian.

Rekind ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas Nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006. Adapun tarif toll-fee yang ditetapkan adalah sebesar US$0,36 per MMBtu.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Indonesia Bakir Pasaman mengatakan bahwa Pupuk Indonesia selaku induk usaha telah menerima laporan analisis keekonomian dari Rekind.

"Bahwa karena keekonomian berubah dan cost pembangunan berubah kami siap duduk bersama dan kami akan menerima keputusan apapun. Kami sudah bilang ke Rekind tidak boleh menghambat proyek ini, apapun keputusan pemerintah itu yang terbaik untuk proyek Cirebon—Semarang," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Selasa (29/9/2020).

Bakir mengatakan bahwa secara korporasi untuk melaksanakan sebuah proyek harus tetap mengacu pada keekonomian proyek agar dapat dipertanggungjawabkan.

Paparan dari Rekind disebutkan bahwa tarif pengangkutan pada proyek Cirebon—Semarang harus disesuaikan. Apabila hal tersebut bisa dilakukan, Rekind bisa melanjutkan proyek itu.

"Kami di sini memberi dukungan kalau proyek itu menguntungkan, jadi saya mohon kami akan bicarakan BPH Migas kami akan buka dan bahas secara terbuka," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan manajemen Rekind dan Pupuk Indonesia untuk membahas kelanjutan proyek itu.

Dia menilai nantinya akan terdapat opsi-opsi untuk kelanjutan proyek itu antara Rekind melanjutkan proyek, menunjukkan pemenang kedua, atau pemenang ketiga proyek tersebut untuk melanjutkan atau diserahkan kepada pemerintah untuk penunjukan penugasan.

"Kami akan mengundang Dirut PT pupuk dan Dirut Rekind untuk menentukan keputusannya apa," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mendesak supaya Rekind segera memutuskan kelanjutan proyek tersebut karena dinilai sudah berlarut-larut.

Pasalnya, pada awal tahun ini, Rekind telah menyatakan siap untuk melanjutkan proyek, tetapi belum habis setahun, keputusan tersebut telah berubah.

"Terkait proyek pipa Cirebon—Semarang perlu ada keputusan karena ini sudah berputar di lingkaran setan terlalu lama di satu hal. Ini semoga harus segera diambil keputusan. Jalan atau dikembalikan agar bisa dilelang ulang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pipa gas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top