Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Truk Logistik Kembali Lesu saat PSBB Jakarta Jilid II

Aktivitas truk logistik kembali mencatatkan penurunan kinerja saat PSBB DKI Jakarta diterapkan untuk kedua kalinya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 September 2020  |  20:05 WIB
Truk kontainer antre untuk keluar dari pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT) di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha
Truk kontainer antre untuk keluar dari pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT) di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku bisnis truk logistik kembali mengalami penurunan kinerja selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II DKI Jakarta, kendati tidak separah pada saat jilid I.

Direktur Utama PT Lookman Djaja Logistics Kyatmaja Lookman mengatakan pengetatan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta selalu berdampak kepada aktivitas pengiriman barang.

“Turunnya tidak terlalu parah dibandingkan dengan PSBB pertama, tetapi memang setelah PSBB lagi sekarang posisinya tinggal 20 persen dari awal Januari. Ekonomi bergantung ekspektasi sehingga karena pengetatan dan hanya dibuka 11 sektor, kalau turun lagi ya sesuai prediksi,” katanya, Senin (28/9/2020).

Dia menjabarkan penurunan dimulai sejak Februari dan cukup tertahan pada Mei 2020 dengan adanya Idulfitri. Namun, setelah lebaran penjualan ritel juga tidak seperti yang diharapkan dengan penutupan sejumlah ruko termasuk pusat perbelanjaan.

Menurutnya, penurunan aktivitas terjadi hingga mencapai 60 persen selama semester I/2020. Volume penurunan pengiriman juga berasal dari sektor bisnis yang semakin mengecil. Pandemi, sebutnya telah mengubah strategi distribusi perusahaan yang mengkhawatirkan kelebihan pasokan sedangkan kapasitas gudang penyimpanan tak mungkin menampung semuanya.

Kemudian, sambungnya, grafik penaikan atau rebound mulai terasa pada Agustus hingga awal September ini mulai naik Agustus- September dan saat ini turun lagi sebesar 20 persen.

Kyatmaja membandingkan dengan moda kereta api barang yang mencatatkan pertumbuhan permintaan di segmen ritel. Moda KA mendapatkan keuntungan dari turunnya pergerakan penumpang pesawat udara karena berdampak pada berkurangnya frekuensi pengiriman ke wilayah tertentu.

Alhasil sebagai alternatif pesawat kurir jarak jauh bisa menggunakan kereta api.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top