Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Qatar Airways Bakal Kantongi US$2 Miliar dari Pemerintah

Qatar Airways akan mendapatkan dana segar sebesar 7,3 miliar riyal atau setara US$2 miliar dari pemerintah Qatar sebagai bantuan untuk meminimalisasi dampak pandemi Covid-19 yang merontokkan industri penerbangan dunia.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 27 September 2020  |  21:39 WIB
Ilustrasi-Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan Qatar Airways Ltd - Bloomberg/Jason Alden
Ilustrasi-Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan Qatar Airways Ltd - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTAQatar Airways akan mendapatkan dana segar sebesar 7,3 miliar riyal atau setara US$2 miliar dari pemerintah Qatar.

Dana tersebut merupakan bantuan untuk meminimalisasi dampak pandemi Covid-19 yang merontokkan industri penerbangan dunia.

Dikutip dari Bloomberg, dana tersebut akan didapatkan Qatar Airways dengan mengeluarkan 730 miliar saham baru yang akan dibeli pemerintah.

Hal ini dilakukan setelah perusahaan tersebut mengalami kerugian lebih dari 50 persen modal saham.

Qatar menambah panjang daftar negara yang sampai turun tangan menyelamatkan perusahaan nasional mereka. Sebelumnya, pemerintah Jerman dan Uni Emirat Arab telah melakukan hal serupa untuk menyelamatkan maskapai nasionalnya masing-masing.

Keputusan negara-negara tersebut dilakukan di tengah aturan pengetatan perjalanan kembali digalakkan di sejumlah negara untuk mengantisipasi lonjakan kasus tambahan.

Hal tersebut membuat pemulihan industri penerbangan kian melambat dari yang diperkirakan.

Kerugian yang dialami Qatar Airways meningkat akibat adanya lockdown di Italia yang membuat salah satu investasinya lewat Air Italy berantakan.

Pada tahun fiskal 2020, Qatar Airways yang memiliki 49 persen saham di Air Italy akhirnya mencatatkan rugi operasional sekitar 1,4 miliar riyal dari investasi tersebut.

“Jika tidak ada kejadian luar biasa [pandemi Covid-19] pada tahun fiskal 2020 ini, seharusnya kami bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu,” kata CEO Qatar Airways Akbar Al Baker, dikutip dari Bloomberg, Minggu (27/9/2020).

Sepanjang tahun fiskal 2020 yang berakhir pada Maret, Qatar Airways mencatatkan pembengkakan kerugian sebesar 47 persen yoy menjadi 7 miliar riyal. Sementara itu, pendapatan perseroan sejatinya meningkat 6,4 persen yoy menjadi 51,1 miliar riyal.

Per akhir tahun fiskal 2020, perusahaan ini tercatat memiliki saldo kas dan setara kas sebesar 7,3 miliar riyal. Perseroan terus berupaya untuk menahan kas sebaik mungkin di tengah pandemi, salah satunya dengan meminta pengiriman unit Airbus baru ditunda.

Masalah yang dihadapi maskapai tersebut sejatinya lebih besar daripada Covid-19. Sebelum adanya pandemi, perusahaan ini juga menghadapi kesulitan operasi karena penutupan wilayah udara oleh Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

qatar covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top