Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaji Stok Potensi Ikan, KKP Lepas Tim ke Selat Malaka dan Samudera Hindia

Kegiatan eksplorasi ini akan difokuskan pada survei perikanan dengan metode hidro-akustik yang dipadukan dengan luas sapuan (trawl) dan oseanografi (fisika, kimia dan biologi)
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 September 2020  |  17:32 WIB
KRI Bima Suci melakukan peran layar saat melintasi Samudera Hindia, Jumat (27/10). Peran layar tersebut merupakan peran layar perdana yang membentangkan 26 layarnya. - ANTARA/Zabur Karuru
KRI Bima Suci melakukan peran layar saat melintasi Samudera Hindia, Jumat (27/10). Peran layar tersebut merupakan peran layar perdana yang membentangkan 26 layarnya. - ANTARA/Zabur Karuru
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini, Sabtu (26/9/2020) melepas KR Bawal Putih III untuk melakukan kajian stok sumber daya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 Selat Malaka dan WPP 572 perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan tinjauan secara periodik terhadap status potensi stok sangat diperlukan agar kontrol terhadap tingkat pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya ikan dapat dilakukan dengan baik.
Adapun, survei eksplorasi SDI tersebut bertujuan mengumpulkan data dan informasi mengenai sejumlah potensi sumber daya ikan, demersal, udang, pelagis kecil, pelagis besar non tuna, cumi.
Sejumlah hal yang dieksplorasi antara lain; pertama, estimasi kepadatan stok dan biomassa serta sebaran spasial kelimpahannya; kedua, karakteristik biologi beberapa jenis sumber daya ikan, seperti komposisi jenis, struktur ukuran ikan, tingkat kematangan gonad, dan indikasi daerah asuhan-pemijahan.
Ketiga, serta habitat sumber daya ikan dan kesuburan perairan, seperti kondisi suhu, salinitas, oksigen terlarut, klorofil, arus, kelimpahan plankton, larva ikan, benthos, dan tipe substrat dasar perairan.
Kegiatan eksplorasi ini akan difokuskan pada survei perikanan dengan metode hidro-akustik yang dipadukan dengan luas sapuan (trawl) dan oseanografi (fisika, kimia dan biologi) sehingga dapat menyediakan basis data untuk merumuskan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) – Pusat Riset Perikanan dan seluruh jajaran penelitinya yang telah mempersiapkan survei kapal riset Bawal Putih 3 di WPP 571 dan 572.
“Hasil survei ini sangat penting sebagai dasar oleh pengambil kebijakan untuk menyusun kebijakan dalam pengelolaan SDI yang berada di kedua WPP tersebut,” ujar Sjarief dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Sabtu (26/9/2020).
Tim peneliti dan kru Kapal Riset Bawal Putih III berangkat setelah melaksanakan prosedur kesehatan yakni swab test dan seluruhnya dinyatakan negative Covid-19. 
Sebagai informasi, survei Eksplorasi Laut Pengkajian Stok Ikan di perairan WPP 571 dan 572 dengan KR. Bawal Putih III dilaksanakan selama 60 hari (26 September – 24 November 2020). 
Survey terbagi ke dalam 4 Leg, yaitu Leg 1 selama 15 hari, kemudian bersandar di Belawan 3 hari; Leg 2 selama 11 hari, kemudian sandar di Meulaboh 4 hari; selanjutnya Leg 3 selama 11 hari, kemudian sandar di Bungus 4 hari; dan Leg 4 selama 12 hari ke Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru.
Peralatan yang digunakan antara lain EK60 (seri echosounder ; 38 & 120 kHz), Jaring trawl, Bonggo net, Plankton net, Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dan Sea Bird Electronic (SBE) 19 plus. 
Personil dalam kegiatan ini melibatkan 20 tim peneliti dari BRPL, Pusriskan, Koarmada 1 dan Universitas IPB, yang dipimpin oleh Duranta Kembaren, Peneliti BRPL. Di samping itu terdapat teknisi dan kru kapal sebanyak 15 personil, yang dipimpin oleh Kirab, sebagai Nahkoda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan kkp
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top