Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Upayakan Penambahan Anggaran Pupuk Subsidi

Menteri Pertaninan Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah tengah berupaya menambah anggaran untuk pupuk subsidi bagi petani sebagai upaya untuk menjawab keluhan petani terkait ketersediaan pupuk.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 September 2020  |  02:00 WIB
Pupuk urea produksi PT Pusri Palembang yang siap disalurkan ke petani. istimewa
Pupuk urea produksi PT Pusri Palembang yang siap disalurkan ke petani. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah tengah berupaya menambah anggaran untuk pupuk subsidi bagi petani sebagai upaya untuk menjawab keluhan petani terkait ketersediaan pupuk.

“Saat ini kami sedang proses administrasinya. Kami upayakan akan selesai secepatnya,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, dia menegaskan pemerintah akan mengatur ketat pendistribusian pupuk subsidi sesuai dengan alokasi yang didasarkan pada data Rencana Definitif Kebutuhan Kolektif Elektronik atau eRDKK dari Kelompok Petani.

“Dalam mendistribusikan pupuk subsidi, kami mengacu pada eRDKK yang disusun dari poktan dan melalui sejumlah tahapan verifikasi sebelum ditentukan sebagai data penerima pupuk subsidi. Kita membuat aturan ketat agar pupuk yang didistribusikan menjadi tepat guna,” jelasnya.

Sejak Agustus, petani di sejumlah daerah mulai mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Padahal, pupuk saat ini sangat dibutuhkan para petani untuk menyambut jelang musim panen. Penambahan alokasi pupuk subsidi diharapkan dapat menjawab kebutuhan para pertani.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menjelaskan ingga saat ini, alokasi pupuk subsidi sejatinya sudah hampir seluruhnya terserap oleh para petani.

"Contoh di Purbalingga, menurut data kita pupuk urea yang diusulkan di dalam eRDKK sebanyak 18.827 ton, sedangkan pemerintah mengalokasikan 10 ribu ton. Saat ini, sudah disalurkan sebanyak 9.864 ton atau 98.64 persen," katanya.

Sarwo Edhy menyampaikan, jika petani menghadapi kekurangan pasokan pupuk urea, mereka disarankan untuk menggunakan jenis pupuk lainnya yang masih tersedia. Menurutnya, pupuk majemuk dapat digunakan untuk sementara waktu selagi menunggu alokasi pupuk tambahan.

"Untuk mengatasi kekurangan pupuk urea yang sudah terserap 98 persen itu, para petani sebetulnya bisa diarahkan menggunakan pupuk NPK yang alokasinya masih tersedia. Petani bisa menggunakan pupuk majemuk itu untuk sementara," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kementerian pertanian petani
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top