Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejahatan Digital Tinggi saat Pandemi, Lebih dari 90% Mitra Gojek Tetap Aman

Gojek berikan perlindungan para mitra dari kejahatan digital.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 21 September 2020  |  16:17 WIB
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\n\n
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA- Lebih dari 90% mitra Gojek merasa lebih aman dari ancaman keamanan digital. Hal tersebut merupakan poin penting untuk tetap produktif di tengah masih tingginya kejahatan berbasis manipulasi psikologis (social engineering) pada situasi pandemi Covid-19.

Hasil riset dilakukan Gojek mencatat mayoritas mitra pengemudi (sebesar 92%) menyatakan bahwa akun mereka kini lebih aman. Salah satunya dengan adanya fitur verifikasi wajah, ditambah kenyamanan dalam beraktivitas sebagai buah dari sistem suspensi yang transparan.

Hal yang sama juga dirasakan mitra merchant Gojek. Mayoritas mitra GoFood (sebesar 93%) merasa aman dalam memanfaatkan GoBiz sebagai platform untuk berjualan dan pembayaran nontunai.

Berdasarkan hasil survei, tiga aspek utama yang membuat mitra merchant tenang berusaha dengan menggunakan GoBiz adalah keamanan pembayaran, keamanan data usaha, serta keleluasaan dalam pengelolaan mandiri akun GoBiz.

Peneliti Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM) Ir. Tony Seno Hartono mengatakan beberapa kejahatan berbasis social engineering memang tetap terjadi di masa pandemi COVID-19. Sehingga perlu didukung penguatan fitur keamanan dan edukasi.

Kejahatan dimaksud di antaranya pishing atau penipuan berkedok transfer perbankan. Kemudian phone scams (scam kartu kredit, penipu menelepon korban meminta One Time Password/OTP), SMShing (penipuan mengatakan korban menang undian), impersonation (penipuan bagi-bagi kuota internet) dan sebagainya.

”Tipe manipulasi psikologis ini tidak memanfaatkan kerentanan sistem namun memanfaatkan kelengahan dan kelemahan kompetensi digital si pengguna teknologi. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang bermigrasi ke online, maka para pelaku manipulasi psikis ini pun mengincar mereka,” ungkapnya dalam jumpa pers secara virtual, Jumat.

Maka, kata Tony, sangat penting untuk melakukan edukasi yang terus menerus dan konsisten. Tujuannya supaya individu serta para pelaku usaha pengguna teknologi bisa memahami dan menghindari tipe penipuan seperti itu.

SERANGAN MENINGKAT

Data Kaspersky mencatat terdapat 192.591 serangan phising terhadap UMKM di Indonesia pada kuartal pertama 2020. Naik dari 158.492 pada kuartal pertama 2019. Peretas mengirim email terkait informasi COVID-19 dalam upaya memanfaatkan potensi keingintahuan dan kepanikan.

Fear mongering [kepanikan] di masyarakat meningkat. Maka kejahatan bersifat social engineering juga meningkat. Padahal ketergantungan masyarakat terhadap platform digital semakin tinggi,” terangnya.

Chief Information Security Officer (CISO) Gojek Group George Do mengatakan mengacu situasi seperti itu, Gojek terus memperkuat keamanan sistem dengan melakukan berbagai pembaharuan inovasi teknologi. Inovasi dilakukan di bawah payung Gojek SHIELD sesuai inisiatif #AmanBersamaGojek.

Inovasi dilakukan secara menyeluruh di platform mitra driver dan mitra merchant. ”Keamanan jutaan mitra driver dan mitra merchant terus kami jaga. Dengan platform yang semakin aman, mitra kami bisa berusaha dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir dari sisi keamanan digitalnya,” ujarnya, pada kesempatan yang sama.

Inovasi terbaru di sisi platform mitra driver, kata George, adalah inovasi verifikasi wajah mitra driver. Lapisan keamanan tambahan ini bisa melindungi mitra dari berbagai upaya pengambilalihan akun secara illegal oleh pihak tak bertanggung jawab.

Inovasi verifikasi wajah melengkapi inovasi lainnya yaitu penyamaran nomor telepon (number masking), tombol darurat (emergency button) dan bagikan perjalanan (share trip). ”Mitra driver juga merasa lebih aman secara fisik di masa pandemi dengan adanya protokol J3K [Keamanan, Kesehatan dan Kebersihan] pada masa pandemi ini,” terusnya.

Pada platform GoBiz untuk mitra merchant, inovasi keamanan dilakukan berupa fitur verifikasi PIN, OTP (kode rahasia One Time Password), dan fitur ‘Kelola Pengguna GoBiz’ untuk melindungi data pribadi usaha mitra merchant.

Selain itu, calon mitra juga bisa menjadi mitra usaha Gojek dengan aman dan mudah tanpa perantara melalui inovasi terbaru yaitu Fitur Daftar Mandiri GoBiz. Calon mitra merchant bisa langsung registrasi, verifikasi dan aktivasi akunnya dalam satu genggaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : Kahfi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top