Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Hapus Asean Single Aviation Market? Ini Risikonya

Pengamat penerbangan menilai penghapusan Asean Single Aviation Market (ASAM) justru bisa memberikan sejumlah risiko terhadap sektor pariwisata nasional.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 19 September 2020  |  19:04 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah pemerintah Indonesia mengusulkan penghapusan penghapusan Asean Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan dinilai berisiko terhadap kelangsungan pariwisata dan patut dipertanyakan.

Pengamat dari Jaringan Penerbangan Indonesia Gerry Soedjatman mengatakan hingga saat ini ASAM masih belum masuk ke pasar domestik karena belum ada kesepakatan liberalisasi asas cabotage. Hanya liberalisasi pasar antar negara untuk third freedom, fourth freedom, dan fifth freedom.

"Kalau ASAM sampai fifth freedom dihilangkan, itu bunuh diri. Justru pemerintah harus terus memperjuangkan ekspansi pasar pariwisata dari international gateways kita ke end market, alias di luar Asean," kata Gerry kepada Bisnis.com, Sabtu (19/9/2020).

Menurutnya, pemasaran pariwisata nasional di luar negeri masih belum bisa maksimal. Wisatawan dari Eropa yang ingin ke Indonesia, tanpa adanya ASAM, tidak bisa mendapatkan rute penerbangan yang terjangkau.

Pihaknya khawatir penghapusan ASAM bisa memicu risiko adanya retaliasi yang justru merugikan pariwisata nasional. Pemerintah lebih baik mulai berupaya agar Bandara Kualanamu bisa menjadi hub bagi destinasi negara di kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusulkan penghapusan Asean Single Aviation Market (ASAM) atau pasar tunggal penerbangan dalam salah satu dari lima komitmen kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan Covid-19 pada sektor pariwisata.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf K. Candra Negara menyampaikan hal tersebut melalui ajang The 52nd Asean NTOs Meeting and Related Meetings. Rangkaian pertemuan ini menunjukkan komitmen negara-negara anggota Asean untuk terus mempererat kerja sama kawasan, khususnya dalam penanggulangan dampak Covid-19 di wilayah Asean.

“Ada lima poin yang kami usulkan dalam penanggulangan dampak Covid-19. Pertama, adalah Indonesia mengusulkan penghapusan Asean Single Aviation Market [ASAM] atau pasar tunggal penerbangan,” kata Candra dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2020).

Dia menjelaskan ASAM merupakan open sky agreement yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas domestik dan kawasan Asean melalui integrasi jaringan produksi dan liberalisasi pelayanan. Nantinya, maskapai dari negara anggota Asean dapat terbang secara bebas di dalam wilayah Asean.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top