Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terganjal Isu Keekonomian, Ini Kelanjutan Proyek DME Batu Bara

Proyek gasifikasi batu bara ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 1,4 juta ton DME per tahun dengan kebutuhan batu bara sebesar 9,2 juta ton per tahunnya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 September 2020  |  18:48 WIB
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com

Bisnis.com, JAKARTA--Rencana pengembangan proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Sumatra diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Direktur Utama PT Air Products Indonesia Triwidio Pramono menyebutkan bahwa rencana pembangunan proyek kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) tersebut telah memasuki pembahasan tahap akhir.  

"Sedang kami diskusikan dalam tahap akhir dengan calon partner kami PTBA dan Pertamina," ujar Triwidio dalam rangkaian acara 30 tahun Perhapi 'The 5th Save Indonesian Coal 2020', Kamis (17/9/2020).

Triwidio mengakui bahwa proyek tersebut sempat tertunda karena faktor keekonomian proyek yang terkait dengan besaran subsidi yang akan ditanggung pemerintah.

Pengembangan proyek DME bertujuan untuk menghasilkan energi alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) dan diharapkan ke depan dapat mengurangi impor LPG.  

Oleh karena itu, imbuh Triwidio, perhitungan perbandingan subsidi DME dan LPG menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan proyek ini.  

"Di awal kajian seolah-olah beban subsidi pemerintah akan makin bengkak dengan inisiatif penggantian LPG dengan DME ini.  Perkembangan belakangan kajian menghasilkan kesimpulan yang berbeda.  Oleh karena itu, pembicaraan berlanjut," katanya.

Dia berharap proyek ini dapat segera diputuskan dan direalisasikan pelaksanaannya.  

Adapun tahun lalu, Air Product, perusahaan gas industri berbasis di Amerika Serikat, bersama PTBA dan Pertamina telah menandatangani kesepakatan untuk mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang bisnis pengolahan batu bara dan produk turunannya.

Nantinya, PTBA akan menyuplai batu bara dari area tambangnya ke perusahaan patungan untuk diolah menjadi produk akhir oleh Pertamina. Sementara itu, optimasi desain teknologi akan dilakukan oleh Air Products.  

Proyek gasifikasi batu bara ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 1,4 juta ton DME per tahun dengan kebutuhan batu bara sebesar 9,2 juta ton per tahunnya.

Menurut catatan Bisnis, pembangunan gasifikasi ini akan dilakukan di kawasan Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ) Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top