Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Terkoresi, Indocement Enggan Jajaki Pasar Ekspor

Penurunan yang dialami Indocement masih jauh lebih dalam yang dialami industri semen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 September 2020  |  20:38 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. menyatakan volume produksi selama Januari-Agustus 2020 lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Namun demikian, perseroan masih belum akan memperbesar pasar ekspor seperti yang disarankan asosiasi.

Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos menyatakan produksi semen pabrikan per Agustus 2020 mencapai 1,5 juta ton atau turun sekitar 6,25 persen secara tahunan. Namun demikian, Indocement belum akan menjamah pasar global lantara perbedaan harga.

"Untuk pangsa ekspor, volume penjualan kami tidak signifikan karena harga ekspor saat ini tidak kompetitif," katanya kepada Bisnis, Rabu (16/9/2020).

Adapun, produksi semen pabrikan selama 8 bulan pertama 2020 hanya mencapai 10 juta ton atau terkoreksi sekitar 10,71 persen secara tahunan. Penurunan yang dialami Indocement jauh lebih dalam yang dialami industri.

Dalam catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional pada Bulan Kemerdekaan merosot 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 5,86 juta ton. Dengan kata lain, produksi semen pada bulan kedelapan 2020 lebih rendah sekitar 3,74 juta ton secara tahunan.

Adapun, konsumsi selama 8 bulan pertama 2020 mencapai 38,47 juta ton dengan utilisasi di kisaran 54 persen untuk produksi alokasi lokal. Sementara itu, konsumsi semen per Agustus 2020 meningkat sekitar 7,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi Juli 2020 yakni 5,3 juta ton.

Walakin, total produksi jika ditambah pasar global, utilisasi total industri semen saat ini berada di level 60 persen. ASI menilai hanya pasar global yang dapat menjadi harapan agar pertumbuhan produksi pada akhir tahun tetap positif. Pasalnya, produksi semen secara industri untuk pasar lokal selama 8 bulan berjalan telah lebih rendah 2,34 juta ton.

ASI menargetkan total ekspor semen hingga akhir 2020 tumbuh 23,07 persen menjadi 8 juta ton dari realisasi 2019 sekitar 6,5 juta ton. Dengan kata lain, industri semen nasional harus mengekspor setidaknya sekitar 580.000 ton semen selama September-Oktober 2020 untuk mengejar target tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen industri semen
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top