Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DKI Jakarta PSBB Lagi, Warga Tetap Dapat Bansos Sembako?

Sampai 1 September, realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang khusus dikelola oleh Kementerian Sosial mencapai 65,52 persen atau Rp83,21 triliun dari anggaran sebesar Rp127,46 triliun.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 September 2020  |  13:36 WIB
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Sosial Juliari Batubara memastikan bahwa warga Jabodetabek tetap akan menerima bantuan sosial berupa sembako jelang diberlakukannya pengetatan PSBB pada 14 September mendatang.

Bantuan ini masuk dalam program khusus selama penanganan Covid-19 yang disalurkan sampai Desember 2020.

“”Sampai saat ini masih berlangsung program bansos sembako untuk DKI dengan indeks bantuan Rp300.000 per keluarga sampai Desember,” kata Juliari saat dihubungi Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Bantuan ini adalah kelanjutan dari program sembako yang sebelumnya bernilai Rp600.000 yang diberikan dua kali dalam sebulan untuk periode April-Juni bagi 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini lalu diperpanjang sampai Desember dengan nilai yang dikurangi menjadi Rp300.000 per KPM per bulan.

“Program reguler seperti Kartu Sembako dan PKH [program keluarga harapan] berjalan seperti biasa. Untuk bantuan di luar itu selama PSBB, silakan ke gubernur [DKI Jakarta] mungkin beliau ada rencana,” lanjut Juliari.

Sampai 1 September, realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang khusus dikelola oleh Kementerian Sosial mencapai 65,52 persen atau Rp83,21 triliun dari anggaran sebesar Rp127,46 triliun. Juliari menyebutkan realisasi ini menjadi yang tertinggi di antara anggaran PEN lainnya.

Dari jumlah tersebut, realisasi program Kartu Sembako sebesar Rp26,44 triliun dari anggaran Rp43,11 triliun, program PKH terealisasi Rp29,13 triliun dari anggaran Rp36,80 triliun, Bansos Sembako Jabodetabek tersalur Rp3,73 triliun dari anggaran Rp6,49 triliun, Bansos Tunai tersalur Rp19,48 triliun dari anggaran Rp32,51 triliun, dan Bansos Tunai untuk KPM Sembako non-PKH senilai Rp4,5 triliun yang telah terealisasi 100 persen.

Juliari mengemukakan terdapat bantuan sosial baru yang diluncurkan per September ini yakni bantuan beras bagi 10 juta KPM PKH dengan anggaran Rp4,0 triliun. Dalam program ini, KPM akan memperoleh beras sebanyak 15 kilogram (kg) setiap bulan selama tiga bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top