Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkeu: IHSG Memerah karena Efek Psikologis PSBB Jilid II

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anjloknya IHSG pada hari ini lebih disebabkan oleh efek psikologis sebagai dari respon pengumuman dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 September 2020  |  16:49 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (10/9/2020) terperosok ke zona merah setelah pengumuman akan diterapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta pada Senin (14/9/2020).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anjloknya IHSG pada hari ini lebih disebabkan oleh efek psikologis sebagai dari respon pengumuman dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.

"Hari ini IHSG kembali tertekan karena efek psikologis, akan kita lihat bagaimana perkembangannya," katanya saat memberikan kata sambutan dalam Asean Webinar Series, Indonesia: Archipelago of Opportunities, Kamis (10/9/2020).

Suahasil mengutarakan, kasus Covid-19 di Pulau Jawa, khususnya Jakarta memang mengalami peningkatan dalam akhir-akhir ini. Padahal, dari sisi ekonomi, beberapa indikator makroekonomi dalam beberapa minggu terakhir telah menunjukkan adanya pemulihan, misalnya IHSG yang sudah memasuki zona hijau.

Adapun, alasannya PSBB kembali diterapkan adalah untuk menekan penularan virus corona di DKI Jakarta. Pertimbangan keputusan tersebut didasarkan pada angka kematian karena Covid-19 yang semakin tinggi, angka keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19, dan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19.

Suahasil mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan dan mengoptimalkan ketersediaan fasilitas kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

Suahasil pun memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2020 akan terkontraksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya, yang pada kisaran -1 hingga 0 persen.

Dia mengharapkan, tekanan pandemi Covid-19 pada pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 tidak akan sedalam kuartal II/2020, yang tercatat -5,32 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG kemenkeu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top