Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Negatif ke Ekonomi, Putusan PSSB Kembali Dinilai Tepat

Langkah pengendalian penyebaran Covid-19 memang diperlukan agar laju peningkatan kasus baru Covid-19 bisa tertahan, meski dampak ke ekonominya besar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 September 2020  |  12:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi Covid-19 DKI Jakarta. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi Covid-19 DKI Jakarta. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi menilai keputusan Anies Baswedan yang akan kembali menerapkan PSBB total pada Senin (14/9/2020) merupakan langkah yang tepat.

Eric mengatakan, keputusan tersebut pasti akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi karena aktivitas ekonomi yang akan kembali melambat.

Di samping itu, kontribusi DKI Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16 persen. Jika pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta terkontraksi, maka akan berdampak negatif ke pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, di sisi lain, menurut Eric, langkah pengendalian penyebaran Covid-19 memang diperlukan agar laju peningkatan kasus baru Covid-19 bisa tertahan.

"Langkah ini perlu dilakukan agar wabahnya bisa terkendali," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Eric menyampaikan, penyebaran wabah dari Jakarta ke daerah lain, dan sebaliknya, harus dikendalikan, sambil menunggu vaksin virus corona bisa diproduksi masal.

Adapun, pada Rabu malam (9/9/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa penerapan PSBB DKI Jakarta kembali diberlakukan guna menekan penularan virus Corona di DKI Jakarta.

Anies mempertimbangkan tiga hal dalam mengambil keputusan ini, yaitu angka kematian karena Covid-19 yang tinggi, angka keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19, dan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19.

Menurutnya, tidak ada pilihan lain bagi Jakarta untuk menarik rem darurat. "Presiden tegas, tidak restart ekonomi jika Covid-19 tak tertangani, artinya kita terpaksa PSBB seperti awal pandemi bukan PSBB transisi tapi PSBB awal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top