Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terancam Resesi, Platform e-Commerce Bisa Genjot Ekspor RI

Pelarangan masuk terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) oleh sejumlah negara dinilai mendorong pelaku ekspor dalam negeri untuk mengoptimalkan teknologi digital, termasuk platform dagang-el.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 September 2020  |  16:54 WIB
Ilustrasi e-commerce. - Bisnis
Ilustrasi e-commerce. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Platform dagang-el (e-commerce) dinilai harus lebih kolaboratif agar mampu menjadi mesin penggenjot kegiatan ekspor Tanah Air di tengah ancaman resesi, setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 berada di zona minus akibat Covid-19.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan upaya kolaborasi yang dilakukan oleh sejumlah platform seperti Tokopedia dan Bukalapak sejauh ini belum cukup signifikan dan diperlukan dukungan lebih dari pemerintah agaupaya tersebut bisa menjadi lebih optimal.

"Platform seperti Tokopedia dan Bukalapak juga melakukan promosi kegiatan ekspor. Namun, kalau kita bicara skala ekonomi besar maka perlu ada keterlibatan lebih dari pemerintah agar dapat lebih kolaboratif dengan platform-platform ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (9/9/2020).

Sejauh ini, pelaku-pelaku usaha di platform dagang-el Tanah Air cenderung belum memanfaatkan marketplace sebagai sarana untuk mengoptimalkan kegiatan ekspor.

Hal tersebut belum optimal karena beberapa hal, di antaranya pelaku usaha platform dagang-el lokal diangap belum terbiasa dan perpindahan dari luring ke daring yang dikatakan memerlukan waktu.

Adapun, agar dapat mengoptimalkan platform dagang-el untuk menggenjot kegiatan ekspor Tanah Air, maka perlu pelaku usaha di segmen tersebut perlu melakukan penambahan kemampuan dan mengganti strategi pemasaran dari luring ke daring.

Sebelumnya, pelarangan masuk terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) oleh sejumlah negara dinilai mendorong pelaku ekspor dalam negeri untuk mengoptimalkan teknologi digital, termasuk platform dagang-el.

Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono mengatakan eksportir dalam negeri hanya perlu melakukan penyesuaian yang diperkirakan tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan teknologi digital.

Sebaliknya, peran pemerintah justru sangat diperlukan dalam mendukung aktivitas ekspor.

Pemerintah dikatakan harus memfasilitasi lewat intensifikasi pelatihan yang lebih implementatif, misalnya yang berkaitan dengan pameran atau business matching secara daring, serta memberdayakan lokapasar global seperti Amazon.

"Hal-hal seperti itu selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Pelaku usaha harusnya difasilitasi agar dapat  mangoptimalkan teknologi digital ke depannya," kata Handito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor marketplace covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top