Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

EOG Resources Ajukan Keanggotaan Data Migas Indonesia

Keikutsertaan EOG Resources dalam keanggotaan data migas Indonesia menjadi langkah selanjutnya dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 08 September 2020  |  20:57 WIB
Ilustrasi: Tantangan hulu migas. - Bisnis/Radityo Eko
Ilustrasi: Tantangan hulu migas. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika, EOG Resources mengajukan keanggotaan data migas Indonesia.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut bahwa, EOG Resources telah secara resmi mengajukan keaggotaan tersebut pada 12 Agusutus 2020.

“Keberhasilan menggaet investor baru ke tanah air menunjukkan bahwa potensi migas Indonesia dinilai masih sangat menarik,” kata Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin melalui siaran pers, Selasa (8/9/2020).

Jaffee mengatakan bahwa upaya SKK Migas dalam menggaet calon investor kelas dunia dimulai sejak 2019 ketika SKK Migas dengan sejumlah kegiatan roadshow ke beberapa negara salah satunya di Amerika Serikat.

Dalam roadshow tersebut, kata Jaffee, SKK Migas mempromosikan data potensi migas Indonesia.

“Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources, perusahaan yang tercatat berada di peringkat ke 186 dari Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456.000 BOPD [barrel oil per day], natural gas liquids 134.000 BPD [barrel per day], dan natural gas 1.367 MMSCFD [million standard cubic feet per day]”, terang Jaffee.

Pada Juli 2019, perwakilan tim EOG Resources melakukan kunjungan ke SKK Migas selama dua pekan untuk membahas lebih detil langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

Sejak tahun lalu hingga Desember nanti, EOG Resources bersama SKK Migas, Ditjen Migas, dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian ESDM telah melakukan quick look regional studies unconventional.

Jaffee menambahkan bahwa keikutsertaan EOG Resources dalam keanggotaan data migas Indonesia menjadi langkah selanjutnya dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

“Tentunya kami berharap awal yang baik ini akan berkembang menjadi keputusan investasi ke depannya. Dengan banyaknya investor masuk ke hulu migas, maka peluang giant discoveries dan development dalam rangka meningkatkan produksi akan semakin besar juga,” tuturnya.

Seperti dikutip dari laman resmi perseroan, EOG Resources merupakan perusahaan publik asal Houston, Amerika Serikat yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE).

Perseroan mengeklaim sebagai salah satu perusahaan migas terbesar yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi di Amerika Serikat, Trinidad & Tobago, serta China.

Per 31 Desember 2019, perkiraan total cadangan terbukti bersih EOG adalah 3,32 juta barel setara minyak yang terdiri atas 51 persen minyak mentah dan kondensat, 22 persen gas alam cair, dan 27 persen gas alam. Sekitar 98 persen dari cadangan ini berada di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas data migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top