Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Ramal PMI Masih di Kisaran 50 Sampai Akhir Tahun

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit mencatatkan kenaikan dari 46,9 pada Juli 2020 menjadi 50,8 pada Agustus 2020.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 01 September 2020  |  12:45 WIB
Aktivitas di pabrik fabrikasi baja PT Waskita Karya Infrastruktur, Cikande. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 4.000 ton per bulan. - istimewa
Aktivitas di pabrik fabrikasi baja PT Waskita Karya Infrastruktur, Cikande. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 4.000 ton per bulan. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit mencatatkan kenaikan dari 46,9 pada Juli 2020 menjadi 50,8 pada Agustus 2020.

Capaian PMI pada Agustus ini menjadi yang tertinggi dalam kondisi bisnis di Tanah Air sejak pandemi mulai menekan bisnis pada Februari 2020.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan jika dilihat trennya memang membaik sejak Juni 2020 lalu karena adanya relaksasi PSBB di beberapa kota besar, termasuk Jakarta. Kabar positifnya, perbaikan indeks PMI Manufaktur ini juga diikuti oleh membaiknya indeks keyakinan konsumen.

"Untuk IKK Agustus 2020 kita lihat nanti apakah trennya terus membaik. Prediksi saya mungkin kembali membaik karena memang beberapa program pemerintah yang berupaya menjaga daya beli masyarakat sudah secara gencar dikucurkan," katanya kepada Bisnis, Selasa (1/9/2020).

Fajar mengemukakan jika angka positif Covid-19 kembali meningkat secara signifikan, kemungkinan besar Pemda terkait akan kembali menerapkan PSBB yang memang akan berpengaruh pada aktivitas industri manufaktur.

Dengan demikian, sampai dengan empat bulan ke depan, dia menilai trennya masih cenderung berada di kisaran 50. Namun, hal itu lagi-lagi tergantung dari keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani kasus Covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan secara lebih ketat lagi.

"Jika ditanya apa tantangan pelaku industri, menurut saya lebih ke arah bagaimana memastikan lokasi kegiatan produksi mereka tidak terkontaminasi Covid-19 yang akan mengakibatkan penundaan kegiatan produksi sampai dengan 2 minggu lamanya. Jadi, pelaku industri jangan sampai lengah sedikitpun dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan kegiatan produksinya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri manufaktur indeks manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top