Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambah Insentif, Impor LNG Bebas PPN

BKP bersifat strategis yang mendapatkan fasilitas fiskal mencakup impor Liquified Natural Gas atau LNG serta penyambungan dan biaya beban listrik di bawah 6.600 VA. Keputusan pembebasan PPN ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.48/2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  06:47 WIB
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kondisi penerimaan yang jeblok dan membengkaknya alokasi belanja perpajakan atau tax expenditure, pemerintah kembali menambah daftar barang kena pajak (BKP) yang mendapatkan pembebasan PPN.

Kali ini, BKP bersifat strategis yang mendapatkan fasilitas fiskal mencakup impor Liquified Natural Gas atau LNG serta penyambungan dan biaya beban listrik di bawah 6.600 VA. Keputusan pembebasan PPN ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.48/2020.

Dalam pertimbangan beleid tersebut pemerintah menjelaskan bahwa pemberian fasilitas fiskal ini dilakukan dengan menimbang sejumlah aspek, salah satunya untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan rasio elektrilikasi secara nasional.

"[Kebijakan ini] juga untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga listrik yang lebih elisien," tulis pertimbangan peraturan yang dikutip Bisnis, Minggu (30/8/2020).

Adapun, beleid baru ini merevisi PP No.81/2015. Dengan bertambahnya LNG sebagai BKP yang dibebaskan dari pungutan PPN, maka jumlah impor BKP yang dibebaskan PPN bertambah menjadi 10 BKP.

Sementara BKP tertentu bersifat strategis yang juga mendapatkan fasilitas pembebasan PPN bertambah menjadi 12 barang kena pajak atau BKP. Jika merujuk ke beleid tersebut, ketentuan itu mulai berlaku pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor lng ppn
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top