Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir: Indofarma Siapkan Fasilitas Test Covid-19 Super Cepat dan Murah  

Mesin rapid test dari G42 memungkinkan hasil tes diketahui dengan sangat cepat. Harga test pun akan lebih murah dari Rp80.000 jika menggunakan teknologi tersebut.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  20:10 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir melaporkan emiten farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) berpeluang menyediakan fasilitas rapid test dengan harga murah.

Erick menyebutkan INAF sudah menjalin kerja sama dengan G42 dari Uni Emirat Arab. Perusahaan itu memiliki teknologi yang mampu mendeteksi virus Covid-19 dengan cepat menggunakan sistem laser dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

"Ini mirip rapid test, tetapi tingkat akurasinya bisa sampai 90 persen. Selain itu, harganya murah," paparnya dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020). 

Menurut Erick, saat ini harga termurah rapid test sebesar Rp80.000. Adapun, mesin buatan G42 dibanderol US$4.000 dolar dengan ongkos tambahan setiap tes.

"Nantinya tes bisa lebih murah dari saat ini [Rp80.000]. Saya rasa kepentingan ini harus diprioritaskan terutama ke masyarakat yang memang membutuhkan," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan adanya mesin rapid test dari G42, durasi tes akan menjadi sangat cepat yakni 1 orang per menit. Hal ini bukan tidak mungkin karena teknologi tersebut pun kini sudah direalisasikan di negara asalnya. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Erick menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU terkait vaksin antara PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF),  PT Indofarma (Persero) Tbk. (INAF) dengan G-42 terkait kolaborasi layanan kesehatan, pada 22 Agustus 2020.

G-42 dan Sinopharm memastikan kesiapan mereka untuk memberikan 10 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tahun 2020. Seperti diketahui, Sinopharm, produsen vaksin asal China, tengah melakukan uji klinis fase III kandidat vaksin Covid-19 dengan menggandeng G42.

Adapun, G42 adalah perusahaan teknologi kesehatan UEA berbasis artificial intelligence yang secara aktif terlibat dalam penelitian, pengembangan dan distribusi aplikasi penggunaan serta perawatan Covid-19.

Retno menyampaikan saat ini G42 tengah menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) untuk vaksin dan juga dengan INAF terkait teskit menggunakan teknologi laser dan artificial intelligence untuk mendeteksi Covid-19.

“Teknologi ini kita nilai akan membantu tracing secara lebih cepat dan akan mendukung kegiatan ekonomi yang aman,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofarma erick thohir covid-19 swab test
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top