Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mulan Jameela Soroti Utang PLN dan Tarif Listrik

PLN: Perseroan terus berupaya menjaga keberlangsungan kondisi keuangan dan memastikan tidak ada rencana untuk menaikkan tarif listrik.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  19:02 WIB
Mulan Jameela saat ditemui usai mencoblos di TPS 49 Pinang Suasa IV, Jakarta, Rabu (17/4/2019). - Antara
Mulan Jameela saat ditemui usai mencoblos di TPS 49 Pinang Suasa IV, Jakarta, Rabu (17/4/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Mulan Jameela mempertanyakan utang PT PLN (Persero) yang mencapai Rp694,79 triliun.

Mulan menyoroti laporan keuangan PLN kuartal I/2020 yang mencatatkan utang jangka panjang perseroan sebanyak Rp537 triliun dan utang jangka pendek senilai Rp157,79 triliun.

Dia menilai besaran utang tersebut cukup mengejutkan dan membuat kondisi keuangan PLN tidak sehat.

"Dengan kondisi seperti ini, bisakah PLN menjamin ketersediaan listrik nasional tanpa harus menaikkan tarif listrik kepada masyarakat? Karena terus terang kenyataannya sekarang kenaikan tarif listrik jadi hal yang meresahkan," katanya dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan PT PLN, Selasa (25/8/2020).

Ketika menanggapi persoalan tersebut, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa perseroan terus berupaya menjaga keberlangsungan kondisi keuangan dan memastikan hingga akhir tahun dalam kondisi aman.

Dia juga memastikan tidak ada rencana untuk menaikkan tarif listrik meski perseroan menanggung beban utang yang cukup besar.

"Sejak 2017 tidak ada kenaikan listrik, tariff adjustment tidak berlaku. Kalau ada tagihan naik, itu kenaikan pemakaian, bukan tarif," ujar Zulkifli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mulan jameela PLN
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top