Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surat Berharga Syariah Andalan Kemenhub Biayai Sektor Kelautan

Pada 2020, total anggaran SBSN Kemenhub Rp6,91 triliun dan rencananya pada 2021 mencapai Rp5,31 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  11:17 WIB
Penumpang antre untuk menaiki KM Sangiang di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin
Penumpang antre untuk menaiki KM Sangiang di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mengandalkan pembiayaan melalui surat berharga syariah negara pada 2020 untuk mengembangkan sektor maritim Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pada tahun ini kementerian memang mempunyai beberapa anggaran dari surat berharga syariah negara (SBSN) yang melalui APBN guna membangun sejumlah fasilitas maritim.

"Terdapat Pelabuhan Seba, NTT; Menara Suar di Tarakan, Kalimantan Utara; [kami] melakukan intensifikasi tol laut. Jadi, tol laut upaya kami mengurangi disparitas harga di [wilayah] Indonesia [bagian] timur dan melakukan pemerataan," paparnya, Senin (24/8/2020).

Dia menyebutkan bahwa salah satu upaya efisiensi tol laut yakni mengembangkan Kupang sebagai hub di wilayah NTT dan selatan Maluku. Dengan begitu, kapal komersial dapat menuju Kupang sehingga tol laut dapat tetap memastikan harga sembako terjangkau.

Pada 2020, total anggaran melalui SBSN Kemenhub yakin mencapai Rp6,91 triliun dan rencananya pada 2021 anggaran yang bersumber dari SBSN mencapai Rp5,31 triliun.

Penggunaan pembiayaan Kemenhub dari SBSN sudah dimulai sejak 2013 dengan besaran yang terus bertambah dari yang besarannya hanya Rp800 miliar pada 2013, menjadi Rp1,37 triliun pada 2014, dan terus berlanjut hingga paling besar pada 2019 mencapai Rp7,6 triliun.

Budi menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan upaya optimalisasi untuk mewujudkan kemandirian maritim untuk Indonesia maju. Pasalnya, dua pertiga bagian Indonesia merupakan lautan dan terdapat 40 persen arus kapal internasional yang melalui Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelautan sbsn
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top