Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR Desak Pemerintah Kebut Penyerapan Anggaran PEN

Seperti diketahui, sampai dengan 19 Agustus 2020, penyerapan anggaran PEN berada di kisaran 25 persen atau masih jauh dari target.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  16:59 WIB
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna 10 Masa Persidangan II Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari\n
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna 10 Masa Persidangan II Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi XI DPR mendesak pemerintah mempercepat penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sampai 19 Agustus 2020 masih sangat rendah.

Desakan ini disampaikan oleh hampir seluruh anggota Komisi XI DPR dalam rapat kerja (Raker) dengan Komite Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di DPR hari ini.

"Pemerintah perlu mempercepat penyerapan dan mempertajam pelaksanaan PEN," kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto saat membacakan simpulan Raker Komisi XI, Senin (24/8/2020).

Dito menjelaskan percepatan penyerapan anggaran sangat penting. Pasalnya, dengan kondisi ekonomi yang terus tertekan, dan proyeksi banyak pihak terkait resesi, akselerasi PEN diharapakan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020.

Selain itu, komisi keuangan juga menekankan bahwa proses percepatan penyerapan anggaran difokuskan untuk pemulihan sektor riil dan keuangan dengan tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

"Kami juga meminta pemerintah untuk memberikan jawaban kepada kami maksimal 7 hari masa kerja," jelasnya.

Seperti diketahui, sampai dengan 19 Agustus 2020, penyerapan anggaran PEN berada di kisaran 25 persen atau masih jauh dari target. Padahal waktu terus berjalan dan untuk kuartal III/2020 tinggal sebulan lagi berakhir. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada perekonomian di kuartal ketiga. 

Secara teori, jika dua kali berturut-turut perekonomian Indonesia bergerak di level negatif, ekonomi Indonesia sudah dipastikan resesi. Kendati sebenarnya secara teknis Indonesia telah mengalami resesi sejak kuartal II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top