Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Properti Residensial Sekunder Masih Suram

Penurunan harga properti residensial sekunder terjadi di beberapa titik wilayah secara khusus Jakarta, Bandung dan Bali. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Agustus 2020  |  17:32 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar properti residensial sekunder masih mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 yang belum usai. 

Senior Director Leads Property Darsono Tan mengamini hal tersebut. Menurutnya perumahan sekunder menjadi salah satu segmen pasar properti yang tertekan cukup dalam di tengah pandemi Covid-19.

"Terdapat beberapa properti residensial sekunder yang ditawarkan dengan harga di bawah pasar karena masih belum banyak pembeli," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (23/8/2020).

Hal ini disebabkan karena memang ekonomi sedang sulit dan pasar rumah sekunder hanya ada dua pilihan pembayaran yakni cash keras dan KPR apabila sudah balik nama sertifikatnya.

Menurutnya, rumah pasar sekunder bersaing dengan pasar primer, di mana produk langsung dibeli dari pengembang. Hal itu dikarenakan banyak pengembang yang memberikan cicilan panjang. 

"Yang tadinya 12 kali misalnya sekarang menjadi 24 kali hingga 36 kali. Jadi rumah sudah jadi, bisa handover, dan ditempati sementara cicilan belum lunas. Kami banyak melihat fenomena ini di developer yang mengembangkan perumahan dan banyak juga yang menawarkan produk yang sudah jadi dengan cicilan," tutur Darsono. 

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan terdapat penurunan harga untuk properti residensial sekunder. Penurunan harga tersebut terjadi di beberapa titik wilayah secara khusus Jakarta, Bandung dan Bali. 

"Di beberapa titik koreksi bisa sampai 30 persen khususnya di Jakarta, Bandung, dan Bali, namun secara rata-rata keseluruhan wilayah relatif masih aman dibawah 5 persen," ucap Ali. 

Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi berpendapat pasar properti saat ini sangat terdampak Covid-19 baik untuk pasar primer maupun sekunder. 

Hal itu dikarenakan properti bukan kebutuhan pokok dan utama pada saat krisis apapun sehingga terdampak pada pasar properti. 

"Pada saat krisis yang diutamakan adalah kebutuhan pokok. Pasar properti saat seperti sekarang ini hanya diminati end users. Demikian juga pasar sekunder, apalagi kalau listing-nya lebih murah dibandingkan dengan primer," kata Harun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perumahan residensial
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top