Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Pemasok Utama Batu Bara di Vietnam, Cek Nilai & Volumenya

Vietnam telah mengimpor hampir 36 juta ton batu bara dalam 7 bulan pertama tahun ini senilai US$2,5 miliar.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 22 Agustus 2020  |  04:45 WIB
Ilustrasi: Pemandangan jalur layang kereta api di Kota Hanoi, Vietnam. - Bloomberg/Maika Elan
Ilustrasi: Pemandangan jalur layang kereta api di Kota Hanoi, Vietnam. - Bloomberg/Maika Elan

Bisnis.com, HANOI — Impor batu bara Vietnam meningkat selama pandemi Covid-19.

Statistik Departemen Umum Kepabeanan Vietnam menunjukkan bahwa negara itu mengimpor 4,4 juta ton pada Juli 2020. Harga batubara impor sekitar 1,4 juta dong (US$60 per ton).

Vietnam telah mengimpor hampir 36 juta ton batubara dalam tujuh bulan pertama tahun ini senilai US$2,5 miliar.

Volume impor seperti dikutip dari en.vietnamplus.vn, Kamis (20/8/2020) diperkirakan meningkat lebih dari 46 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan harga rata-rata 1,6 juta dong per ton.

Negara utama asal batu bara yang diimpor Vietnam adalah Indonesia, Rusia dan China.

Batu bara dari Indonesia paling banyak diimpor dalam 7 bulan terakhir dengan 11,2 juta ton senilai lebih dari US$540 juta. Batubara yang diimpor dari China hanya mencapai 140.000 ton.

Menurut Departemen Umum Bea Cukai Vietnam, batu bara yang diimpor dari China digunakan untuk pemurnian besi, sedangkan impor batu bara dari Indonesia dan Rusia sebagian besar digunakan melayani pembangkit listrik tenaga uap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara vietnam
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top