Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asia Bakal Mengimpor LPG hingga 69,5 Juta Ton, Berapa Bagian Indonesia?

Angka impor LPG itu setara dengan peningkatan 1 persen—3 persen dibandingkan dengan volume impor 2019.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  14:48 WIB
kilang elpiji milik Pertamina - Bisnis.com
kilang elpiji milik Pertamina - Bisnis.com

Bisnis.com, SINGAPURA — Asia kemungkinan akan mengimpor liquefied petroleum gas dalam julha besar pada tahun ini karena banyak perusahaan mengambil bahan bakar tersebut untuk membuat produk petrokimia yang digunakan sebagai alat pelindung terhadap virus corona, sedangkan pemakaian LPG rumah tangga akibat lockdown meningkat.

Analis dari perusahaan konsultan IHS Markit, FGE, dan Wood Mackenzie mengatakan bahwa Asia akan membeli sekitar 67 juta ton—69,5 juta ton LPG dari luar negeri tahun ini, melampaui rekor tahun lalu. Angka itu setara dengan peningkatan 1 persen—3 persen dibandingkan dengan volume impor 2019.

Permintaan Asia yang kuat dapat membebani pasokan dalam beberapa bulan mendatang sama seperti Eropa kemungkinan meningkatkan pembelian bahan bakar untuk pemanas pada musim dingin, kata sumber industri di Singapura.

Sementara itu, pasokan terpukul oleh penurunan produksi komoditas pada kuartal kedua.

“Kami memperkirakan permintaan impor [LPG] meningkat pada 2020 dibandingkan dengan 2019 dengan permintaan yang lebih kuat baik di sektor perumahan dan petrokimia,” kata Rui Hou, analis riset Wood Mackenzie, seperti dikutip dari profit.pakistantoday.com.pk, Rabu (19/8/2020).

He Yanyu, Direktur Eksekutif Riset Gas Alam Cair IHS Markit, mengatakan bahwa lebih kurang 33 juta ton LPG telah diimpor pada paruh pertama tahun ini.

Secara keseluruhan, Asia akan mendapat sekitar 52 persen pasokan LPG tahun ini dari Timur Tengah, 35 persen dari Amerika Serikat, dan sisanya dari negara-negara termasuk Kanada dan Australia.

Sementara itu, penguncian dan pembatasan perjalanan untuk mengekang penyebaran corona, meningkatkan permintaan LPG sebagai bahan bakar memasak di India dan Indonesia karena lebih banyak orang tinggal di rumah.

Data FGE menunjukkan bahwa India, importir LPG terbesar kedua di Asia, diperkirakan akan membeli 15,8 juta ton LPG dari luar negeri tahun ini, naik 9 persen dibandingkan dengan 2019.

Impor negara itu melonjak 16 persen pada paruh pertama 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu setelah Pemerintah India mengatakan akan menyediakan LPG gratis untuk memasak selama 3 bulan hingga Juni.

Adapun, impor LPG Indonesia, negara pengimpor LPG terbesar kelima di Asia, diperkirakan mencapai 6,1 juta ton tahun ini, naik 7 persen dibandingkan dengan 2019 dan rekor volume tertinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan bakar gas lpg
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top