Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petrokimia Gresik Peluas Area Uji Aplikasi Produk Riset

PT Petrokimia Gresik memperluas area riset dan kebun percobaan guna memperkuat upaya transformasi bisnis perseroan
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  01:07 WIB
Direksi PT Petrokimia Gresik meninjau area uji aplikasi produk riset seluas 1,4 hektare di komplek Kebun Percobaan milik perseroan.  - Dok. Petrokimia Gresik
Direksi PT Petrokimia Gresik meninjau area uji aplikasi produk riset seluas 1,4 hektare di komplek Kebun Percobaan milik perseroan. - Dok. Petrokimia Gresik

Bisnis.com, JAKARTA – PT Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menambah area uji aplikasi produk riset seluas 1,4 hektare di komplek Kebun Percobaan milik perseroan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan hal ini merupakan bagian dari pengembangan perseroan di bidang riset. Hal ini ditujukan guna menghasilkan produk dan pelayanan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan.

“Jika setiap tantangan atau permasalahan tersebut dapat kami hadirkan solusinya, tentu hal ini akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, pertanian yang berkelanjutan, serta daya saing bangsa,” katanya melalui siaran pers, Selasa (18/8/2020).

Dengan perluasan ini, lanjutnya, luas area riset dan kebun percobaan Petrokimia Gresik saat ini mencapai sekitar 7,5 hektar. Luasan ini terdiri dari 5 hektare kebun percobaan dan 2,5 hektare area perkantoran, delapan unit laboratorium, dan beberapa mini plant produk pengembangan.

Selain itu, menurutnya perluasan area riset ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis perseroan, yakni melahirkan ide atau gagasan baru untuk memperkaya diversifikasi produk agar mampu menjadi market leader dan dominant player di ranah agroindustri nasional.

Adapun, fasilitas baru dalam area ini adalah rumah kaca, dua unit screen house, kolam ikan (hias dan konsumsi), pertanian hidroponik (dengan sistem vertikal, rakit apung, aquaponic, dan dutch bucket), area ternak (kelinci dan kalkun).

Selain itu, terdapat pula area tanaman pangan padi yang terdiri dari tiga jenis, yakni padi basmati, padi untuk lahan rawa, dan padi Japonica, area tanaman hortikultura, serta area tanaman buah, seperti jambu, jeruk, pala, durian, dan srikaya.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan dan memperluas kapasitas kami dalam riset dan pengembangan teknologi budidaya pertanian,” ujar Rahmad.

Perluasan lahan riset ini, menurutnya, juga dapat menjadi sarana agroekowisata bagi masyarakat sekitar. Pengunjung dapat menikmati suasana kebun di tengah padatnya kota industri, sekaligus memperoleh edukasi mengenai budidaya pertanian.

Masyarakat juga dapat merasakan pengalaman baru, serta memperoleh pengetahuan secara langsung tentang beternak unggas, ruminansia, dan ikan. Pengunjung, kata dia, juga bisa merasakan sensasi memetik buah atau sayuran segar secara langsung.

“Semua komoditas tersebut, baik tanaman maupun hewan ternak dibudidayakan dengan menggunakan produk unggulan Petrokimia Gresik,” ujar Rahmad.

Area tersebut juga dilengkapi dengan gerai pertanian Petromart, yaitu gerai yang melayani konsultasi dan solusi terkait aktivitas budidaya pertaian.

"Pada akhirnya program ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia pertanian yang merupakan jati diri bangsa sebagai negara agraris," ujar Rahmad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia petrokimia gresik agro industri
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top