Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Prediksi Peluang Surplus Neraca Dagang Juli 2020 Kecil

Aktivitas ekspor pada Juli 2020 belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, sedangkan geliat industri dari sisi permintaan impor mulai tampak.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  00:55 WIB
Ekonom Senior Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati  - Bisnis.com
Ekonom Senior Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2020 diperkirakan kecil karena permintaan impor yang sudah mulai menunjukkan pemulihan sementara ekspor masih mengalami tekanan.

Ekonom Senior Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan aktivitas ekspor pada Juli 2020 belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Di samping itu, banyak negara yang mengalami resesi bahkan mencatatkan penurunan ekonomi dua digit. Hal ini menunjukkan permintaan masih sangat terbatas sehingga harga komoditas juga masih mengalami tekanan.

"Juli 2020 dari sisi ekspor dibandingkan Juni 2020 menurun, tapi di sisi impor tidak ada tekanan," katanya kepada Bisnis, Kamis (13/8/2020).

Enny mengatakan angka PMI manufaktur Indonesia yang meningkat pada Juli 2020 menunjukkan adanya geliat industri dari sisi permintaan impor.

Dia menjelaskan, eskpor pada Juli mengalami penurunan karena harga logam mulia sudah mulai turun di pasar internasional. Di sisi lain, impor untuk beberapa kegiatan industri mengalami kenaikan karena industri di Indonesia bergantung pada bahan baku impor.

"Saya khawatir ekspor relatif stagnan karena rendahnya permintaan dunia tapi sudah mulai ada geliat impor lagi, prediksi saya tidak surplus lagi, kalaupun surplus lebih kecil dari Juli 2020," katanya.

Sementara, Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana memproyeksi neraca dagang Indonesia pada Juli 2020 akan surplus US$544 juta. Nilai ini lebih rendah dari Juni lalu yang tercatat surplus US$1,27 miliar.

Menurutnya, impor dan ekspor masih akan mengalami tekanan yang dalam pada periode tersebut. Ekspor diperkirakan masih akan terkontraksi -17,16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara ekspor diperkirakan terkontraksi -21,02 persen.

Wisnu menjelaskan, pendorong surplus pada Juli 2020 didorong oleh komoditas seperti emas dan produk holtikultura yang tetap berpotensi membukukan kinerja positif.

"Sementara prospek ekspor 2 bulan ke depan diharapkan akan membaik seiring dengan kenaikan signifikan pada harga CPO," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor impor indef
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top