Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RAPBN 2021: Penerimaan Pajak Tumbuh 5,8 Persen, PPh Nonmigas Jadi Bantalan

Target PPh migas ini meningkat 29,2 persen dari outlook tahun 2020. Hal ini didorong oleh membaiknya harga minyak dunia setelah  sempat terpuruk di tahun 2020 sejalan dengan  membaiknya harga komoditas utama di dunia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  15:22 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin tiba di lokasipembukaan masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin tiba di lokasipembukaan masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan target penerimaan pajak dalam RAPBN 2021 mencapai Rp1.268,5 triliun atau tumbuh 5,8 persen dari outlook tahun 2020. 

Proyeksi pertumbuhan penerimaan pajak ditetapkan dengan mempertimbangkan pulihnya aktivitas perekonomian dan upaya reformasi perpajakan yang akan dilakukan.

Dalam buku Nota Keuangan RAPBN 2021 pemerintah menjelaskan bahwa target penerimaan pajak ini akan ditopang oleh penerimaan PPh migas yang diperkirakan sebesar Rp41,1 triliun. 

"Target PPh migas ini meningkat 29,2 persen dari outlook tahun 2020. Hal ini didorong oleh membaiknya harga minyak dunia setelah  sempat terpuruk di tahun 2020 sejalan dengan  membaiknya harga komoditas utama di dunia," tulis pemerintah dalam Buku Nota Keuangan RAPBN 2021 yang dikutip, Jumat (14/8/2020).

Pemerintah menambahkan bahwa selain penerimaan PPh migas, proyeksi penerimaan pajak juga akan ditopang oleh penerimaan PPh nonmigas ditargetkan sebesar Rp658,7 triliun atau diproyeksikan tumbuh sebesar 3,2 persen dibandingkan outlook tahun 2020. 

Target penerimaan PPh migas ini sejalan dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian pasca pandemi Covid-19. 

Selain itu, diperkirakan perbaikan harga komoditas utama dunia juga mendorong perbaikan kinerja pada perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan mineral dan batubara. 

Apabila dilihat dari komposisinya, PPh nonmigas dalam RAPBN tahun 2021 sebagian besar berasal dari PPh Pasal 25/29 Badan, PPh Pasal 21, dan PPh Final. PPh Pasal 25/29 Badan berkontribusi sebesar 32,8 persen dari total PPh nonmigas dalam  RAPBN tahun 2021. 

Sementara itu, PPh Pasal 21 dan PPh Final menyumbang masing-masing sebesar 21,3 persen dan 19,4 persen dari total PPh nonmigas dalam RAPBN tahun 2021.

Adapun dalam RAPBN 2021, pemerintah juga memproyeksikan penerimaan penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp546,09 triliun atau meningkat sebesar 7,6 persen dari outlook tahun 2020. 

Peningkatan target PPN dan PPnBM dalam tahun 2021 tersebut dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi yang didukung oleh upaya pemulihan ekonomi nasional yang telah dilaksanakan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerimaan pajak Nota Keuangan RAPBN 2021
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top