Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Citilink Indonesia Klaim Penerbangan Kembali Pulih

Citilink Indonesia mengakui jumlah penerbangannya terus bertambah hingga mendekati saat masa normal sebelum pandemi, tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  15:59 WIB
Penumpang berjalan di dekat pesawat Citilink Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Penumpang berjalan di dekat pesawat Citilink Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Citilink Indonesia, maskapai berbiaya rendah, kian percaya diri seiring dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB) karena jumlah penerbangannya terus bertambah mendekati masa normal sebelum pandemi Covid-19.

Direktur Operasi Citilink Erlangga Sakti memastikan protokol kesehatan yang sangat ketat tetap berjalan di lini operasi, sehingga penumpang selalu merasa aman dan sehat menggunakan layanannya.

"Sementara ini kami sudah melakukan penerbangan per hari sudah 57 penerbangan. Suatu peningkatan yang cukup signifikan bagi kami [yang sempat berhenti operasi]," jelasnya, Rabu (13/8/2020) malam.

Saat ini sudah ada 36 destinasi yang dilayani oleh anak usaha Garuda Indonesia tersebut. Pihaknya juga membuka rute-rute baru guna menambah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara.

Dia menuturkan sejumlah ruta yang sudah dibuka kembali diantaranya Surabaya-Banyuwangi, Bandung–Halim, Yogyakarta-Halim.

"Kita dari Citilink melakukan disinfeksi setiap harinya seluruh pesawat akan dan setelah selesai beroperasi. Ini dilakukan di area kokpit, karbin, dan kargo. Kami memakai cairan yang menggunakan standar regulator," paparnya.

Di samping itu, terdapat teknologi HEPA Airbus 320; setiap pesawat ada dua HEPA, pesawat lebih lebar akan lebih banyak sistem sirkulasi udara HEPA ini.

"HEPA itu semacam filter yang memeiliki kemampuan untuk menyaring debu bahkan sampai ke hulu atau sesuatu yang renik [kuman dan virus] dengan persentasenya 99,99 persen hilang," katanya.

HEPA tentu memiliki siklusnya dan diganti secara berkala setiap 5.000 jam untuk pesawat A320. Sementara pesawat A330 lebih panjang lagi 5.600 jam tiap penggantiannya. Melalui sistem ini, udara benar-benar bersirkulasi dari atas ke bawah dengan jaminan setiap 2 menit sekali melalui proses filter sirkulasi ke luar dan udara kembali bersih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citilink Garuda Indonesia maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top