Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daya Beli Tertekan Covid-19, Summarecon Pangkas Target Penjualan

Daya beli masyarakat melemah akibat pandemi corona mendorong Summarecon Agung untuk memangkas target penjualan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  02:11 WIB
Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi (tengah)./Bisnis - Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi (tengah)./Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menurunkan target pendapatan prapenjualan dari Rp4,5 triliun menjadi Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto P. Adhi mengatakan pendapatan prapenjualan sepanjang Januari hingga Juli 2020 terealisasi Rp1,3 triliun.

"Kami pangkas menjadi Rp2,5 triliun tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Summarecon memproyeksikan capaian marketing sales tersebut bakal disumbang oleh proyek rumah sebesar 60 persen, ruko 17 persen, apartemen 16 persen, dan kantor 7 persen.

Dia menuturkan pemangkasan target tersebut disebabkan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat daya beli konsumen melemah. Tekanan ekonomi ini diperkirakan berlanjut dan tentu berpengaruh signifikan pada penjualan properti.

Namun demikian, Summarecon melakukan sejumlah strategi untuk tetap bisa mencapai target yang telah dipangkas.

Saat ini, perusahaan mengutamakan penjualan produk yang sesuai dengan kemampuan konsumen dan mengupayakan metode pembayaran yang lebih mudah.

Selain itu, perusahaan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, seperti launching proyek di Bekasi, Serpong dan Makassar secara virtual dan memanfaatkan visualisasi lokasi properti dengan teknologi digital.

"Yang paling penting pricing dan cara bayar yang harus kita sesuaikan dengan kemampuan daya beli dan tetap menjaga kepercayaan serta kualitas produk yang tidak pernah berubah," kata Adrianto.

Direktur Summarecon Lydia Tjio menambahkan saat ini perusahaan dengan kode emiten SMRA itu fokus pada penjualan unit di kisaran harga kisaran Rp1,4 miliar hingga Rp1,9 miliar yang dinilai memang lebih mudah diserap pasar.

Pada kuartal IV/2020, Summarecon akan me-launching proyek di Bogor dengan kisaran harga Rp1,4 miliar hingga Rp1,9 miliar. Dia berharap dapat membukukan pendapatan Rp400 miliar dari proyek tersebut.

"Summarecon Bogor akan launching pada kuartal empat yang nanti dapat dikembangkan hingga 420 hektare selama lebih dari 10 tahun," ucap Lydia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti summarecon agung
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top