Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gencarkan 3M, Penumpang KAI Tumbuh 37 Persen Bulan Ini

KAI mengklaim kampanye gerakan 3M turut mengerek pertumbuhan jumlah penumpang per hari pada Agustus sebesar 37 persen.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  15:50 WIB
Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat adanya peningkatan pelanggan kereta api di bulan Agustus 2020 sebesar 37 persen seiring dengan kampanye gerakan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M) pada penumpang dan pegawai.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakat pada Agustus 2020 rata-rata pelanggan KAI per hari sebanyak 49.480 pelanggan, naik dibandingkan dengan Juli 2020 sebanyak 36.205 pelanggan per hari. Oleh karena itu, pihaknya terus menggencarkan kampanye 3M untuk menarik kembali minat penumpang.

“KAI terus menggencarkan sosialisasi 3M untuk menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang aman, nyaman, selamat, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai kami,” ujar Joni dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (12/8/2020).

Dalam pelaksanaan 3M di KAI, setiap pelanggan diimbau rutin mencuci tangan di tempat yang telah tersedia di stasiun dan tetap membawa hand sanitizer pribadi agar bisa digunakan setiap waktu. Pelanggan juga diwajibkan memakai masker yang menutupi hidung dan mulut sejak masuk ke area stasiun.

Untuk menghindari kontak fisik dengan petugas boarding, proses boarding dilakukan secara mandiri oleh penumpang dengan menunjukkan tiket dan identitas yang sah dan disaksikan langsung oleh petugas boarding.

KAI katanya juga menyediakan face shield untuk pelanggan dewasa agar semakin memperkecil kemungkinan penyebaran Covid-19 melalui droplet pada perjalanan KA Jarak Jauh. Pelanggan yang membawa anak berusia di bawah 3 tahun, wajib menyiapkan face shield pribadi. Face shield tersebut harus dikenakan selama dalam perjalanan dan tetap dipakai saat tiba di stasiun tujuan. "Pengaturan jarak di stasiun telah KAI atur termasuk pada ruang tunggu dan antrean pelanggan," tambahnya.

Adapun untuk menjaga jarak selama perjalanan, Joni menyebut KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Dari seluruh tempat duduk yang KAI sediakan, rata-rata okupansi Kereta Api Jarak Jauh terus mengalami peningkatan. Pada Agustus 2020 okupansinya rata-rata 62 persen, naik dibanding bulan Juli dimana rata-rata okupansi hanya 46 persen.

Selain 3M, KAI juga melakukan protokol kesehatan lainnya seperti pelanggan diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3° Celsius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

Khusus pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit atau Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai kereta api
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top