Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PUPR Bantu Industri Konstruksi pada Masa Pandemi, Begini Caranya

Kementerian PUPR melakukan kegiatan di berbagai daerah guna menambah kemampuan pihak terkait di industri konstruksi dan infrastruktur nasional.
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis/Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tetap berupaya membantu ekosistem industri konstruksi yang ada di Tanah Air di tengah beratnya tekanan akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto menjelaskan bahwa pihaknya melakukan sejumlah upaya dalam bentuk kegiatan di berbagai daerah, guna menambah kemampuan pihak terkait di industri konstruksi dan infrastruktur nasional.

"Sejumlah kegiatan kami lakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait dalam rangka penambahan kemampuan menghadapi kondisi saat ini [akibat pandemi Covid-19]," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan Ditjen Bina Konstruksi di antaranya melakukan pelatihan-pelatihan kepada sekolah menengah kejuruan dan politeknik, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa dengan keahlian mekanik mesin, juru ukur, juru gambar, desain jalan, dan pengawas pekerjaan jalan.

Kemudian, melaksanakan kegiatan bimbingan teknik memahami pemilihan dan kontrak kerja kepada asosiasi dan badan usaha kontraktor.

Lalu, melaksanakan kegiatan bimbingan teknik beton pracetak dan prategang kepada asosiasi profesi terkait proyek infrastruktur.

Sebelumnya, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) menyatakan bahwa sebanyak 80 persen perusahaan konsultan yang tergabung dalam organisasi tersebut terkena dampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum Inkindo Peter Frans menjelaskan data terkait dampak pandemi kepada perusahaan konsultan ini, didapatkan dari survei internal yang dilakukan pada periode pertengahan Juni-Juli lalu.

Oleh karena itu, dia meminta agar pemerintah memperbanyak kegiatan pada proyek infrastruktur pada masa pandemi saat ini sehingga konsultan yang terdampak memiliki pekerjaan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper