Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PUPR Bantu Industri Konstruksi pada Masa Pandemi, Begini Caranya

Kementerian PUPR melakukan kegiatan di berbagai daerah guna menambah kemampuan pihak terkait di industri konstruksi dan infrastruktur nasional.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  05:57 WIB
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tetap berupaya membantu ekosistem industri konstruksi yang ada di Tanah Air di tengah beratnya tekanan akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto menjelaskan bahwa pihaknya melakukan sejumlah upaya dalam bentuk kegiatan di berbagai daerah, guna menambah kemampuan pihak terkait di industri konstruksi dan infrastruktur nasional.

"Sejumlah kegiatan kami lakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait dalam rangka penambahan kemampuan menghadapi kondisi saat ini [akibat pandemi Covid-19]," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan Ditjen Bina Konstruksi di antaranya melakukan pelatihan-pelatihan kepada sekolah menengah kejuruan dan politeknik, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa dengan keahlian mekanik mesin, juru ukur, juru gambar, desain jalan, dan pengawas pekerjaan jalan.

Kemudian, melaksanakan kegiatan bimbingan teknik memahami pemilihan dan kontrak kerja kepada asosiasi dan badan usaha kontraktor.

Lalu, melaksanakan kegiatan bimbingan teknik beton pracetak dan prategang kepada asosiasi profesi terkait proyek infrastruktur.

Sebelumnya, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) menyatakan bahwa sebanyak 80 persen perusahaan konsultan yang tergabung dalam organisasi tersebut terkena dampak pandemi Covid-19.

Ketua Umum Inkindo Peter Frans menjelaskan data terkait dampak pandemi kepada perusahaan konsultan ini, didapatkan dari survei internal yang dilakukan pada periode pertengahan Juni-Juli lalu.

Oleh karena itu, dia meminta agar pemerintah memperbanyak kegiatan pada proyek infrastruktur pada masa pandemi saat ini sehingga konsultan yang terdampak memiliki pekerjaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi INKINDO
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top