Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Target Ekspor Briket, Babel Bangun Pabrik Tandan Sawit Kering

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong pembangunan pabrik tandan kelapa sawit kering sebagai bahan baku briket sebelum diolah ke Jepang. Pada 2021, ekspor ditargetkan dalam bentuk briket.
Pekerja dengan alat berat memindahkan cangkang sawit yang akan diekspor ke Thailand di Pelabuhan Bela-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020). Sulbar, Kalbar, Kaltim, Riau, dan Babel tercatat sebagai provinsi pengekspor sawit. /ANTARA
Pekerja dengan alat berat memindahkan cangkang sawit yang akan diekspor ke Thailand di Pelabuhan Bela-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020). Sulbar, Kalbar, Kaltim, Riau, dan Babel tercatat sebagai provinsi pengekspor sawit. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong pembangunan pabrik tandan kelapa sawit kering sebagai bahan baku briket sebelum diolah ke Jepang. Pada 2021, ekspor ditargetkan dalam bentuk briket.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan bahwa fasilitas pengolahan tanda buah kelapa sawit itu untuk mendukung ekspor ke Jepang. Sejauh ini, ekspor tandah buah sawit itu belum diolah lebih lanjut.

"Kami sudah mempersiapkan pabrik tandan kelapa sawit kering untuk meningkatkan ekspor cangkang dan briket limbah kelapa sawit ke Jepang," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Senin (10/8/2020).

Pabrik ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor tandan buah kelapa sawit ke Jepang.

Pada Agustus ini, Bangka Belitung telah memulai ekspor tanda sawit, yang mana pengiriman perdana sebanyak 10.000 ton cangkang sawit. Ekspor tahap kedua akan dilakukan pada November dengan kapasitas yang sama.

Pada 2021, Bangka Belitung bertekat untuk mengekspor cangkang kelapa sawit berbentuk produk briket yang memiliki nilai tambah yang lebih besar.

"Tahun depan ekspor komoditas ini ditingkatkan lagi nilai tambahnya. Kita tidak hanya mengekspor cangkang, tetapi juga berbentuk brikat sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan devisa negara khususnya Bangka Belitung," katanya.

Menurut dia cangkang sawit ini dimanfaatkan oleh perusahaan di Jepang sebagai bahan baku pembangkit tenaga listrik.

"Sebetulnya cangkang sawit kering ini diproses lagi oleh perusahaan di Jepang menjadi brikat sebagai bahan bakar pembangkit energi listrik," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya pabrik tandan kering sawit ini akan meningkatkan ekspor dan nilai tambah komoditas ini. Tidak hanya meningkatkan nilai jual kelapa sawit, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja di daerah ini.

"Saya yakin dengan adanya pabrik ini, maka akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat akan tumbuh luar biasa selama pendemi Covid-19 ini," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper