Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT Bintan Alumina Jamin 300 TKA Asal China Bebas Covid-19

"Hari ini ada 300 orang tenaga kerja asal China yang masuk Indonesia untuk bekerja di PT BAI. Mereka sudah dites usap (swab) sebanyak dua kali, hasilnya negatif," kata Santoni.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  17:28 WIB
Ilustrasi: Sejumlah TKA ilegal asal China seusai diperiksa kesehatannya dengan menggunakan Rapid Test di PT Bintan Alumina Indonesia, Rabu (1/4/2020). ANTARA/Nikolas Panama -
Ilustrasi: Sejumlah TKA ilegal asal China seusai diperiksa kesehatannya dengan menggunakan Rapid Test di PT Bintan Alumina Indonesia, Rabu (1/4/2020). ANTARA/Nikolas Panama -

Bisnis.com, BINTAN - Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni menjamin sebanyak 300 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China tidak tertular Covid-19.

"Hari ini ada 300 orang tenaga kerja asal China yang masuk Indonesia untuk bekerja di PT BAI. Mereka sudah dites usap (swab) sebanyak dua kali, hasilnya negatif," kata Santoni di Tanjung Pinang, Sabtu (8/8/2020).

Selain tenaga kerja asal China itu,  puluhan tenaga kerja lokal yang sudah dilatih selama 14 bulan di China juga tiba di Tanjung Pinang untuk bekerja di PT BAI.

"Ada 80 orang tenaga kerja asal Bintan, Tanjung Pinang, Batam, dan daerah lainnya, yang dilatih di China sudah kembali ke Tanah Air. Sebagian dari mereka sudah tiba di Bintan, dan sebagian lagi masih di Jakarta," ucapnya.

Seluruh tenaga kerja asing maupun lokal yang tiba di Indonesia mengenakan alat pelindung diri. Mereka juga takut tertular Covid-19.

Para pekerja itu juga akan melaksanakan protokol kesehatan yakni karantina mandiri di tempat tinggal yang disediakan perusahaan di lokasi proyek.

"Mereka karantina mandiri selama 14 hari. Setelah itu baru bekerja," ucap Santoni.

Tenaga kerja asing maupun tenaga kerja lokal yang sudah dilatih merupakan tenaga ahli. Mereka memiliki berbagai keahlian untuk mengerjakan proyek pembangunan PLTU dan pemurnian bauksit (smelter) di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan, yang dikelola PT BAI. Kontrak kerja dengan tenaga kerja asing itu hingga Januari 2021.

Mereka harus memastikan seluruh proyek yang direncanakan paling lama diselesaikan Desember 2020.

"Mereka ada kontrak kerja dengan PT BAI yang harus dilaksanakan. Peralatan yang digunakan ini menggunakan teknologi China sehingga membutuhkan keahlian mereka agar selesai tepat waktu," ujarnya. PT BAI investasi PLTU dan smelter sebesar Rp20 triliun di Bintan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tenaga kerja asing covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top