Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Berdampak Cukup Besar Bagi Sektor Pariwisata

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikatakan membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan tingkat hunian kamar hotel serta restoran menurun drastis sebagai imbas dari hal tersebut.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  00:22 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio /Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio /Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menilai terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 serta ditutupnya tempat-tempat rekreasi dan hiburan memberikan dampak ekonomi cukup besar terhadap sektor pariwisata.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikatakan membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan tingkat hunian kamar hotel serta restoran menurun drastis sebagai imbas dari hal tersebut.

"Sehingga dampaknya pada sektor pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif seperti transportasi cukup besar," kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (6/8/2020).

Namun demikian, pelonggaran PSBB yang diberlakukan oleh beberapa pemerintah daerah membuat perlahan geliat ekonomi nasional mulai bergerak. Terakhir, ujarnya, Pemerintah Provinsi Bali membuka kembali sektor pariwisata untuk wisatawan nusantara.

Dia berharap kegiatan pariwisata dapat kembali mendorong perekonomian nasional. Kementerian, lanjutnya, juga telah menginisiasi InDOnesia CARE, yakni strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan publik.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2020 terkontraksi sebesar -5,32 persen atau yang terendah sejak 1999.

Dampak kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional terhadap sektor pariwisata Tanah Air yang cukup dalam dirasakan oleh sejumlah provinsi yang mengandalkan sektor pariwisata seperti Bali, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pertumbuhan Bali pada kuartal II/2020 anjlok 10,98 persen secara year on year (YoY), Kepulauan Riau turun 6,66 persen YoY, dan Jawa Barat merosot 5,98 persen YoY.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top