Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Masih Kaji Permintaan Freeport Soal Smelter

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak menegaskan hingga saat ini pemerintah belum memberikan keputusan untuk memberikan izin atau menolak permintaan Freeport tersebut.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  20:49 WIB
GEDUNG KEMENTERIAN ESDM Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG KEMENTERIAN ESDM Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji permintaan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menunda pembangunan smelter atau fasilitas pengolahan dan permunian di Gresik, Jawa Timur.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak menegaskan hingga saat ini pemerintah belum memberikan keputusan untuk memberikan izin atau menolak permintaan Freeport tersebut.

"Belum ada keputusan pemerintah untuk memundurkan waktu pembangunan smelter PTFI. Masih dilakukan kajian," ujar Yunus ketika dihubungi Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Pada April 2020, Freeport Indonesia mengajukan penundaan pembangunan smelter di Gresik selama 1 tahun kepada Kementerian ESDM. Adanya penundaan tersebut membuat penyelesaian proyek yang awalnya ditargetkan dapat selesai dan beroperasi secara komersial pada Desember 2023 mundur menjadi 2024.

Permohonan penundaan itu didasarkan pertimbangan perusahaan karena tak dapat memprediksi berapa lama pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Setelah pandemi Covid-19 berakhir, perusahaan pun membutuhkan waktu untuk melakukan pemulihan sehingga tak bisa langsung secara otomatis berlanjut pembangunannya.

Sebelumnya, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, terkendalanya pembangunan smelter karena terhambatnya kontraktor dan suplier komponen akibat adanya pembatasan di sejumlah negara termasuk Indonesia.

Salah satunya dari Jepang, di mana PTFI menggunakan kontraktor Engineering and Procurement (EP), yakni Chiyoda. Adanya pembatasan warga negara asing yang masuk ke Jepang termasuk Indonesia tentu berdampak pada proses pembahasan finalisasi desain secara rinci.

Selain Jepang, adanya pembatasan di Finlandia sejak pertengahan Maret lalu juga berdampak pada proses pembangunan smelter PTFI karena penggunaan teknologi outotec dari negara ini.

PTFI menggunakan konsultan pembangunan smelternya dari Kanada di mana negara itu juga telah mengeluarkan aturan karantina dan pembatasan warga negara asing akibat Covid-19 tentu berdampak pada proses pembangunan smelter PTFI.

Hingga Juni 2020, progres pembangunan smelter PTFI di Gresik telah mencapai 5,8 persen. Perusahaan telah menyelesaikan tahap front end engineering design/FEED dan pematangan lahan proyek. Saat ini, perusahaan tengah menyelesaikan tahapan advance detail engineering yang baru mencapai 39 persen.

Adapun hingga Juni 2020, PTFI telah menggelontorkan dana investasi proyek smelter hingga US$280 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport smelter kementerian esdm
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top