Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantap! Pupuk Indonesia Setor ke Negara Rp8,17 Triliun

Pupuk Indonesia melaporkan kontribusi dalam bentuk pajak yang dibayarkan oleh grup senilai Rp7,28 triliun pada 2019. Realisasi itu naik 32,94 persen dari kontribusi Rp5,48 triliun tahun sebelumnya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  17:12 WIB
Pabrik Pupuk Indonesia. - Dok. Istimewa/PT Pupuk Indonesia (Persero)
Pabrik Pupuk Indonesia. - Dok. Istimewa/PT Pupuk Indonesia (Persero)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) menyetorkan pajak dan dividen kepada negara dengan total Rp8,17 triliun sepanjang 2019.

Pupuk Indonesia melaporkan kontribusi dalam bentuk pajak yang dibayarkan oleh grup senilai Rp7,28 triliun pada 2019. Realisasi itu naik 32,94 persen dari kontribusi Rp5,48 triliun tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan perseroan juga berkontribusi bagi negara melalui setoran dividen Rp973,5 miliar pada 2019.
Pupuk Indonesia merealisasikan kinerja keuangan positif di atas rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) sepanjang 2019.

Adapun, total pendapatan usaha senilai Rp71,3 triliun dengan perolehan laba tahun berjalan Rp3,71 triliun atau setara 103,01 persen dari target.

Aas mengatakan tetap memprioritaskan penugasan dalam memenuhi kebutuhan dan stok dalam negeri khususnya pupuk bersubsidi. Kinerja penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 8,70 juta ton pada 2019.

"Kami tentunya mengapresiasi upaya anak perusahaan khususnya produsen pupuk dalam menjaga pasokan pupuk ke sektor subsidi sehingga kebutuhan dapat terpenuhi sesuai alokasi," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (4/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa peningkatan efisiensi dan membaiknya penetrasi pasar ke sektor komersil turut mendorong kinerja 2019.

Selain itu, beban keuangan tahun lalu tercatat lebih rendah karena perseroan melakukan pelunasan pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang berkat adanya pembayaran piutang bersubsidi senilai Rp9,7 triliun.

"Penurunan ini sejalan dengan komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur sesuai dengan jatuh tempo pelunasan pinjaman," jelasnya.

Di sisi lain, Aas menyebut peningkatan kinerja dari anak-anak perusahaan nonpupuk yang berada di bawah koordinasi Pupuk Indonesia antara lain PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Mega Eltra, dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

Untuk penjualan, Pupuk Indonesia terus meningkatkan penetrasi pasar ke sektor non public service obligation (PSO). Tercatat penjualan pupuk ke sektor komersil sebanyak 3,87 juta ton atau setara 111,61 persen dari target RKAP periode 2019.

“Hal itu dikarenakan perseroan berhasil menjaga daya saing, memanfaatkan tingginya permintaan, dan momentum harga yang kompetitif di pasar,” imbuh Aas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN dividen Pupuk Indonesia
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top